Komisi B Pantau Harga Pangan di Pekalongan, Cabai Tembus Rp 120 Ribu
PEKALONGAN[BahteraJateng] – Komisi B DPRD Provinsi Jateng melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua pasar tradisional di Pekalongan, guna mengawasi ketersediaan cadangan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Pantauan lapangan dilakukan di Pasar Banjarsari dan Pasar Batik Sentono, Kota Pekalongan, Senin (9/3/2026).
Dilansir laman dprd.jatengprov.go.id, Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sri Hartini memimpin rombongan dengan didampingi Sekretaris Disperindag Provinsi Jateng Ardian Agung W. Kehadiran mereka disambut Plt. Kepala Dinas Koperasi Kota Pekalongan Wismoyo dan Plt. Ketahanan Pangan Kota Pekalongan Vitriani.

Dalam kegiatan itu, Wismoyo memaparkan ada sekitar 1.400 pedagang yang tersebar di Pasar Banjarsari, Pasar Grogolan, dan Pasar Batik Sentono. Pasar-pasar tersebut menjadi urat nadi pertemuan pedagang tradisional dan masyarakat untuk komoditas hasil bumi.
Dari hasil pantauan, komoditas bumbu dapur menjadi sorotan utama. Karena, mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

”Terjadi lonjakan harga pada cabai dan bawang merah. Kenaikannya berkisar antara 2 hingga 4 persen dengan rentang harga kini mencapai Rp 90.000 hingga Rp 120.000 per kilogram,” jelas Wismoyo.
Ia menambahkan cabai saat ini masuk dalam kategori komoditas paling krusial karena menjadi penyumbang terbesar angka inflasi di daerah. Fenomena unik ditemukan pada komoditas protein hewani.
Berbeda dengan cabai yang melonjak, harga telur ayam justru dilaporkan anjlok. Kondisi itu membuat para peternak mengeluhkan kerugian.
Penurunan harga telur juga disinyalir berkaitan dengan dinamika serapan pasar pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebaliknya, harga daging sapi terpantau cenderung stabil.
Hal tersebut dikarenakan daging jarang digunakan sebagai menu dalam program MBG tersebut sehingga permintaan pasar tetap terkendali. Sementara untuk sektor sembako lainnya seperti minyak goreng, harga dilaporkan masih dalam kondisi stabil dan pasokan mencukupi untuk kebutuhan Lebaran.
Usai melakukan koordinasi teknis, Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Sri Hartini beserta rombongan langsung turun ke los pedagang untuk berdialog. Langkah itu diambil guna memastikan validitas data harga di tingkat pengecer serta mendengar langsung keluhan masyarakat mengenai daya beli menjelang Lebaran 2026. (sun)

