Ahmad Luthfi menghadiri Grand Opening Toko Daging Nusantara di Kota Semarang, Selasa (28/1).(Foto Ist)
|

Wadahi UMKM Daging, Ahmad Luthfi Jaga Stabilitas Pangan dan Ekonomi

SEMARANG[BahteraJateng] – Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kolaborasi antara pengusaha ritel dan pelaku UMKM dalam menjaga stabilitas harga dan stok daging di Jawa Tengah.

Menurutnya, kerja sama ini dapat meningkatkan kelas UMKM dari mikro ke kecil serta memperkuat ketahanan pangan, terutama dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.


“Ketahanan pangan dan stabilitas harga daging harus dipastikan terjaga,” ujar Ahmad Luthfi saat menghadiri Grand Opening Toko Daging Nusantara di Kota Semarang, Selasa (28/1).

Menariknya, daging yang dijual di toko tersebut berasal dari UMKM tanpa dikenakan biaya untuk memajang produk. Dengan sistem ini, pelaku UMKM dapat mengetahui langsung apakah produknya laku atau tidak.


Mantan Kapolda Jateng itu menekankan bahwa Jawa Tengah memiliki hampir 150 ribu pengusaha mikro, sehingga tanggung jawab untuk meningkatkan skala usaha mereka ada di tangan pemerintah daerah.

“Itu tanggung jawab Bupati dan Wali Kota. Saya ingin naikkan kelas mikro menjadi kecil, sehingga Jateng punya daya saing,” katanya.

Ahmad Luthfi juga menyoroti tingginya kebutuhan daging di Jawa Tengah, yang mencapai 101 ton per bulan atau sekitar 1.251 ton per tahun.

Keberadaan gerai retail daging ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan dan harga daging, terutama menjelang bulan puasa dan Lebaran, saat harga sering mengalami kenaikan.

Owner Toko Daging Nusantara, Diana Dwi, menjelaskan bahwa gerai ini merupakan cabang ke-15 dan pihaknya ingin membantu UMKM tumbuh tanpa membebankan biaya tambahan.

“Biasanya UMKM harus membayar untuk memajang produk di supermarket. Di sini, mereka tidak perlu membayar, sehingga bisa merasa memiliki gerai ini,” ujar Diana.

Salah satu pelaku UMKM, Sari Noviani, yang memproduksi bandeng presto, mengaku sangat terbantu dengan fasilitas tersebut.

“Kami tidak punya jaringan, jadi senang sekali saat difasilitasi. Semoga kolaborasi ini terus terjaga,” katanya.

Dengan model bisnis seperti ini, UMKM berkesempatan naik kelas dan ekonomi daerah semakin berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *