|

Tim SAR Berhasil Evakuasi Pemuda yang Terjun ke Sumur di Jepara

JEPARA[BahteraJateng] – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi Muh. Muzaky/MM (21), pemuda asal Desa Geneng, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, yang nekat terjun ke dalam sumur di belakang rumahnya. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (6/3) sekitar pukul 18.30 WIB. Beruntung, korban berhasil diselamatkan dengan hanya mengalami luka lecet.

Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa proses evakuasi sempat mengalami kendala karena diameter sumur yang sempit. Namun, kondisi air yang hanya setinggi satu meter membuat korban tidak tenggelam.

“Tim sempat kesulitan karena diameter sumur yang sempit, tetapi alhamdulillah ketinggian air hanya satu meter sehingga saudara M tidak sampai tenggelam dan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujar Budiono.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui mengalami gangguan kejiwaan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, sebelumnya ia sudah pernah berusaha mengakhiri hidupnya, tetapi berhasil dicegah oleh keluarga. Kali ini, korban mengaku mendengar “bisikan” sebelum akhirnya nekat melompat ke dalam sumur sedalam 15 meter tersebut.

Orang tua korban yang menyaksikan langsung kejadian itu berusaha mencegahnya, tetapi gagal karena tubuh korban lebih besar dan sulit dikendalikan. Panik dengan kejadian tersebut, keluarga segera meminta bantuan warga sekitar, yang kemudian melapor ke pihak Basarnas.

Mendapat laporan tersebut, tim Pos Basarnas Jepara segera menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan high angle rescue technique untuk melakukan evakuasi bersama tim SAR lainnya. Berkat kerja sama yang cepat dan sigap, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

“Terima kasih atas kerja keras dari tim SAR gabungan sehingga saudara M berhasil dengan cepat dievakuasi dari dasar sumur dalam keadaan selamat,” pungkas Budiono.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Keluarga diharapkan lebih waspada dan memberikan pendampingan, termasuk mencari bantuan medis atau psikologis guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *