Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri acara Istighosah Harlah NU ke-79 dan pelepasan calon jemaah haji di Pati, Senin (12/5).(Dok Humas)
Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri acara Istighosah Harlah NU ke-79 dan pelepasan calon jemaah haji di Pati, Senin (12/5).(Dok Humas)
| |

Pro-Kontra Study Tour, Wagub Jateng Minta Disdik Buka Kanal Aduan

PATI[BahteraJateng] – Wagub Jateng , Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menanggapi pro dan kontra terkait kegiatan study tour dan wisuda sekolah yang banyak menuai kritik, terutama soal keselamatan dan beban biaya kepada orang tua siswa.

Dalam keterangannya usai menghadiri acara Istighosah Harlah NU ke-79 dan pelepasan calon jemaah haji di Pati, Senin (12/5/2025), Gus Yasin menekankan pentingnya keselamatan anak dalam pelaksanaan study tour.

“Study tour harus betul-betul memerhatikan keselamatan anak-anak,” ujarnya.

Ia mengaku menerima berbagai masukan dari masyarakat, terutama terkait pembiayaan study tour dan wisuda yang dianggap memberatkan sebagian orang tua.

“Prinsipnya, sekolah tidak boleh membebankan orang tua. Itu dasar yang harus kita pegang,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wagub meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah membuka kanal pengaduan guna mengantisipasi potensi pungutan liar berkedok kegiatan sekolah.

Meski sejak 2020 Pemprov Jateng telah melarang study tour untuk jenjang SMA/SMK dan SLB, aturan itu disebutnya masih bisa dikaji ulang, mengingat ada manfaat edukatif dari kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan luar ruang seperti study tour dapat mengenalkan siswa pada sejarah dan budaya daerah lain. Kajian menyeluruh akan melibatkan OPD terkait seperti Disdikbud, Disporapar, dan Dishub.

Misalnya, Dishub bisa memanfaatkan bus Trans Jateng untuk program edu-trip, sementara Disporapar menyiapkan konsep edu-wisata.

Namun, ia menegaskan pentingnya memastikan armada transportasi yang digunakan layak jalan. “Itu tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun penyedia jasa wisata,” ujarnya.

Gus Yasin juga mengingatkan, pelarangan total study tour bisa berdampak pada sektor ekonomi, khususnya transportasi, penginapan, dan UMKM yang selama ini ikut bergerak dari kegiatan tersebut.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *