Sumanto: Potensi Perikanan Air Tawar Magelang Bisa Dongkrak Ekonomi Daerah
MAGELANG[BahteraJateng] – Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, menilai potensi perikanan air tawar di Kabupaten Magelang sangat besar dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Hal ini ia sampaikan saat berkunjung ke Balai Benih Ikan (BBI) Ngrajek, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.
Balai benih yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah itu telah beroperasi sejak tahun 1960 dan kini berdiri di atas lahan seluas 5,3 hektare dengan luas kolam 3,5 hektare. Di lokasi tersebut, dikembangkan berbagai jenis ikan air tawar, antara lain lele, nila merah, nila hitam, tawes, nilem, dan ikan beong.
Politikus dari PDI Perjuangan tersebut menyoroti pentingnya peran balai benih dalam keberhasilan budidaya ikan. Menurutnya, 80 persen kesuksesan budidaya ditentukan oleh kualitas benih.
“Pemerintah belum sepenuhnya fokus terhadap balai-balai benih perikanan dan pertanian. DPRD akan memberikan dukungan karena benih adalah kunci utama,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Ia juga mengapresiasi keberhasilan Loka Ngrajek dalam membudidayakan ikan beong, yang selama ini hanya bisa ditemukan secara liar di Sungai Progo. Budidaya ini dianggap mampu mencegah kelangkaan ikan beong yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan permintaan tinggi dari pelaku kuliner.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi menambahkan, budidaya ikan air tawar penting untuk mendukung peningkatan konsumsi ikan masyarakat yang berdampak pada kecerdasan dan penurunan angka stunting.
“Produksi perikanan Jateng pada tahun 2024 mencapai 541 ribu ton. Ini akan terus kami tingkatkan,” ucapnya.
Koordinator Loka Ngrajek, Toni Kuswoyo menyebut kawasan tersebut sudah menjadi sentra benih ikan. Mayoritas warga membeli benih ikan usia 1–1,5 bulan untuk dibesarkan dan dijual kembali.
“Ikan lele, nilem, tawes, dan nila jadi favorit. Rumah makan di Magelang pun banyak yang menjual menu ikan bakar,” ujarnya. (sun)

