Empat Film Indonesia Tentang Time Loop
SEMARANG [BahteraJateng]- Genre film Indonesia semakin variatif dengan kehadiran tema time loop atau lingkaran waktu.
Film menyajikan konsep naratif dalam cerita dan karakter mengalami urutan peristiwa sama berulang kali, seolah-olah waktu berputar kembali ke titik awal. Berikut adalah empat film karya sutradara Indonesia tetang time loop wajib ditonton.
1. Sore : Istri Dari Masa Depan
Film Sore : Istri Dari Masa Depan sedang tayang di bioskop sudah berhasil menggaet 667.560 penonton. Film dibintangi Dion Wiyoko dan Sheila Dara Aisha sudah tayang sejak 10 Juli 2025. Salah satu daya tarik utama film ini adalah kekayaan visual diambil di beberapa negara berbeda. Meliputi Kroasia, khususnya di kota Gronjan dan Zagreb, menyajikan lanskap khas Eropa Timur. Sementara itu, Finlandia dipilih sebagai latar belakang relevan dengan profesi Jonathan sebagai seorang fotografer. Film ini juga melibatkan aktor asal Kroasia yang pernah menjadi nominator Academy Awards 2024, Goran Bogdan.
2, Kembang Api
Film Kembang Api tayang tahun 2023 dengan Sutradara Herwin Novianto. Kembang Api merupakan hasil remake dari film asal Jepang berjudul 3ft Ball & Soul. Kisah 3ft Ball & Soul diambil dari cerita asli sang sutradara, Yoshio Kato. Film Kembang Api menggambarkan kondisi kesehatan mental empat orang tertimpa masalah yang berbeda. Keempat tokoh ini belajar soal mencari makna kehidupan lewat proses mengakhiri hidup.
3. Sabar Ini Ujian
Menceritakan Sabar (Vino G Bastian) harus menelan rasa pahit ketika ia mendapat undangan pernikahan Astrid (Estelle Linden) mantan kekasihnya. Namun anehnya Sabar menghidupkan kembali hari yang sama yaitu di hari pernikahan Astrid. Segala macam cara Sabar lakukan untuk mendapatkan Astrid kembali. Itu semua adalah adegan berulang disajikan secara time-loop. Film komedi romantis garapan Anggy Umbara tahun 2020.
4. Satu Hari Dengan Ibu
Film ini tayang tahun 2023 disutradarai Amrul Ummami, mengusung genre drama dan sci-fi. Cerita Satu Hari Dengan Ibu, yakni seorang pemuda bernama Dewa (Chand Kelvin) terjebak dalam lingkaran waktu dan harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan ibunya. Dewa berulang kali kembali ke hari sebelum kepergian ibunya dengan membawa rasa putus asa. Hal ini memberinya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan masa lalu dan memperbaiki hubungan mereka.

