Sudah Lolos Seleksi Mandiri, Orang Tua Camaba Sesalkan UNNES Batasi Kuota KIP-K
SEMARANG[BahteraJateng] – Sejumlah orang tua calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyampaikan kekecewaannya terhadap kebijakan kampus yang disebut tidak transparan terkait kuota Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dalam jalur Seleksi Mandiri (SM) 2025.
Menurut orang tua camaba berinisial NE (19), menyayangkan keputusan UNNES membatalkan penggunaan KIP-K meski anaknya telah dinyatakan lolos seleksi.
“Setelah dinyatakan lolos, kok dari pihak UNNES menyatakan tidak bisa pakai KIPK. Katanya kuotanya sudah habis,” ungkapnya kepada BahteraJateng pada Selasa (5/8).
Ia menuturkan, anaknya mendaftar pada 4 Juli 2025 melalui laman resmi https://sm.unnes.ac.id/login, setelah sebelumnya mengikuti informasi dari akun media sosial resmi UNNES, yaitu siaran langsung di TikTok. Informasi tersebut menyebut bahwa jalur KIP-K masih dibuka untuk pendaftar Seleksi Mandiri.
“Setiap hari live bilang bisa pakai KIPK. Akhirnya anak-anak dari keluarga tidak mampu, termasuk anak saya, mendaftar dengan bayar Rp 300 ribu,” tuturnya.
Namun belakangan, setelah pengumuman hasil seleksi, pihak UNNES menyampaikan bahwa kuota KIP-K telah penuh. Camaba yang mencoba konfirmasi ke kampus juga mendapatkan jawaban serupa dari admisi dan layanan terpadu (ALT) bahwa tidak ada lagi kuota KIP-K tersedia.
“Kasihan anak-anak yang dari awal berharap bisa kuliah pakai KIPK. Kalau dari awal dibilang kuotanya habis, mereka pasti tidak akan daftar,” imbuhnya.
Ia menilai kampus tidak konsisten dalam menyampaikan informasi kepada publik. Bahkan beberapa camaba mengaku mendatangi langsung kampus namun tetap tidak mendapat kepastian.
“Terakhir daftar ulang tanggal 11 Agustus. Tapi sampai sekarang gak ada kejelasan. Ini kesannya anak-anak hanya dimanfaatkan buat uang pendaftaran saja,” pungkasnya.(sun)


Kata UUD’45 ingin mencerdaskan bangsa.
Dan anggaran negara utk pendidikan mendapatkan skala prioritas. Mana buktinya?
Dan kami selalu org tua yg anaknya ingin maju, pupus sdh harapan utk negri ini…..
Kecewa… Kecewa… Kecewa..