Kodim 0716/Demak
Kodim 0716/Demak menetapkan status siaga 1 menyusul gelombang aksi unjuk rasa yang masih berlangsung.(Foto Ist)
| |

Status Siaga 1, Kodim 0716/Demak Siaga Penuh

DEMAK[BahteraJateng] — Komando Distrik Militer (Kodim) 0716/Demak menetapkan status siaga 1 menyusul gelombang aksi unjuk rasa yang masih berlangsung di berbagai daerah, termasuk di Jawa Tengah.

Keputusan itu diambil setelah adanya instruksi langsung dari Pangdam IV/Diponegoro kepada seluruh jajaran di wilayahnya.


Dandim 0716/Demak, Letkol Arm Dony Romansah, mengatakan penetapan status siaga ini bertujuan mengantisipasi potensi kericuhan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Pangdam Diponegoro menetapkan surat telegram kepada Kodim jajaran untuk anggota seluruh Jawa Tengah saat ini adalah Siaga 1,” ujarnya pada Sabtu (30/8).


Sejak Jumat (29/8), aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Polres Demak dan Gedung DPRD Demak berjalan kondusif.

Meski demikian, seluruh personel Kodim 0716/Demak tetap disiagakan penuh di markas masing-masing untuk memantau perkembangan situasi.

“Kami masih berjaga di sekitar Gedung DPRD Demak, Polres Demak, dan Kantor Pemkab Demak. Ini sebagai langkah antisipasi jika massa kembali datang dalam jumlah lebih besar,” imbuhnya.

Kodim 0716/Demak juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan sekitar lokasi unjuk rasa dan memilih jalur alternatif, demi menghindari kemacetan maupun potensi kerusuhan.

Gelombang demonstrasi yang dimulai sejak 25 Agustus 2025 telah meluas ke sejumlah daerah. Di Jakarta, aksi besar yang melibatkan mahasiswa dan kelompok sipil berujung ricuh di kompleks DPR RI.

Massa menuntut berbagai hal, mulai dari pembubaran DPR, penolakan kenaikan gaji dan tunjangan anggota dewan, penghapusan sistem outsourcing, penghentian PHK, hingga desakan agar Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mundur.

Puncak kericuhan terjadi pada Kamis (28/8), yang menelan korban jiwa seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, setelah terlindas kendaraan taktis Brimob. Peristiwa itu semakin memicu gelombang protes di berbagai daerah, termasuk di Demak.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *