Forkom IJK Jateng
Forkom IJK Jateng, menggelar FGD bertema penguatan ketahanan siber dan stabilitas keuangan menjelang 2026. Kegiatan berlangsung di Bimasena Hall, Gedung Bank Jateng Kantor Pusat, Selasa (14/10).(Dok Forkom IJK Jateng)

Forkom IJK Jateng Konsolidasikan Langkah Jaga Stabilitas dan Ketahanan Siber Jelang 2026

SEMARANG[BahteraJateng] – Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (Forkom IJK) Provinsi Jawa Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema penguatan ketahanan siber dan stabilitas keuangan menjelang 2026. Kegiatan berlangsung di Bimasena Hall, Gedung Bank Jateng Kantor Pusat pada Selasa (14/10).

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari OJK, PPATK, serta pimpinan lembaga jasa keuangan se-Jawa Tengah.


Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah sekaligus Pembina Forkom IJK Jateng, Hidayat Prabowo, bersama Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK, Fithriadi Muslim, menjadi keynote speaker dalam kegiatan tersebut.

Hidayat menegaskan pentingnya kolaborasi antar pelaku industri keuangan dalam menghadapi ancaman kejahatan digital.


“Kami mendorong pelaku industri keuangan untuk mengantisipasi secara masif kejahatan digital demi perlindungan nasabah. Jika terjadi dampak kejahatan siber, masyarakat bisa melapor ke IASC melalui WhatsApp 081 157 157 157,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah kuartal II 2025 sebesar 5,28 persen yang perlu diimbangi dengan penguatan fungsi intermediasi dan kualitas kredit.

Sementara Fithriadi Muslim dari PPATK mengungkapkan, peretasan sektor keuangan kini dilakukan secara terstruktur dan berpotensi terkait tindak pencucian uang melalui aset kripto.

Ia meminta bank meningkatkan keamanan sistem dan memperketat pengawasan transaksi besar, terutama pada akhir pekan.

Ketua Forkom IJK Jateng, Ony Suharsono, menilai kegiatan ini sebagai momentum memperkuat sinergi menghadapi era digital.

Dukungan penuh Bank Jateng, menurut Direktur Utama Irianto Harko Saputro, mencerminkan komitmen menjaga ekosistem keuangan yang tangguh dan berdaya saing tinggi di Jawa Tengah.

“Dukungan penuh Bank Jateng adalah wujud nyata komitmen kami untuk menciptakan ekosistem perbankan yang tidak hanya sehat, tetapi juga tangguh dalam menghadapi risiko siber, demi perlindungan nasabah dan percepatan ekonomi daerah,” tandasnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *