Kontroversi Stand Up Pandji, Muhammadiyah Ajak Jaga Keadaban Publik
YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi dalam demokrasi harus dijalankan secara bertanggung jawab dan beretika.
Menurut Bachtiar, demokrasi memang memberi ruang bagi warga negara untuk menyampaikan pendapat, termasuk melalui seni, komedi, dan stand up comedy. Namun, kebebasan tersebut tidak boleh dilakukan secara gegabah, apalagi dengan cara menghakimi atau memfitnah pihak lain.
“Kebebasan berekspresi tidak boleh melampaui batas hingga merendahkan atau menyudutkan pihak lain tanpa dasar data dan informasi yang benar,” ujar Bachtiar pada Jumat (9/1).
Ia menekankan pentingnya kehati-hatian sebelum suatu isu dijadikan bahan komedi atau parodi, terutama yang menyangkut individu, kelompok, atau institusi tertentu. Proses cek dan ricek informasi dinilai penting agar komedi tetap berfungsi sebagai sarana edukasi dan koreksi sosial yang mencerahkan.
Bachtiar juga mengingatkan bahwa agama mengajarkan untuk tidak mengolok-olok pihak lain, karena bisa jadi mereka yang direndahkan justru lebih baik.
Muhammadiyah, lanjutnya, terus mendorong praktik demokrasi yang beradab, menjunjung nilai etika, kemanusiaan, dan kemaslahatan bersama dalam setiap bentuk ekspresi di ruang publik.(day)

