Apriyanto Terbantu Penyaluran Zakat Fitrah dan Sembako dari UPZ Lazisma MAJT
SEMARANG[BahteraJateng] – Apriyanto (38), warga Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, mengaku sangat terbantu dengan penyaluran paket zakat fitrah dan bantuan sembako dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Lazisma Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).
Bantuan tersebut dibagikan kepada ratusan kaum duafa dalam kegiatan yang digelar di Gedung Sunan Tembayat, kompleks MAJT, Kota Semarang pada Minggu (15/3).
Apriyanto yang bekerja di salah satu pabrik di Kawasan Industri Terboyo mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi dirinya dan keluarga, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia mengaku sudah beberapa kali menerima bantuan dari program sosial yang diselenggarakan oleh Lazisma MAJT.
“Alhamdulillah sangat membantu. Saya sudah sekitar enam sampai tujuh kali menerima bantuan di sini. Semoga kegiatan seperti ini terus istiqamah dan semakin banyak masyarakat yang terbantu,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, UPZ Lazisma MAJT menyalurkan total 507 paket zakat fitrah dan sembako kepada kaum duafa. Penerima manfaat berasal dari berbagai kalangan, seperti penghuni panti asuhan, jamaah rutin masjid, pedagang binaan, staf dan karyawan, pedagang kaki lima (PKL), petugas parkir, penyapu jalan, warga sekitar masjid, serta anak-anak yatim.
Ketua UPZ Lazisma MAJT, KH Wahab Zaenuri, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan selama bulan Ramadan.
“Zakat fitrah yang disalurkan berasal dari para muzaki yang mempercayakan penyalurannya melalui UPZ Lazisma MAJT agar dapat didistribusikan secara tepat sasaran kepada para mustahik,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris PP MAJT, KH Muhyiddin, mengapresiasi konsistensi UPZ Lazisma MAJT dalam mengelola dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat.
Ia menilai penyaluran melalui lembaga amil zakat mampu menjangkau penerima manfaat dari berbagai wilayah dan latar belakang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

