Pemprov Jateng
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI di Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Senin (30/3).(Dok. Humas Pemprov)

Antisipasi Lonjakan Campak, Pemprov Jateng Perkuat Imunisasi dan Edukasi

SEMARANG[BahteraJateng] — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak melalui peningkatan cakupan imunisasi serta edukasi masyarakat secara masif.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan kewaspadaan terhadap campak perlu terus ditingkatkan mengingat penyakit tersebut memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.

Ia menegaskan, penguatan imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya.

Hal itu disampaikan usai menerima kunjungan kerja spesifik Komisi IX DPR RI di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang pada Senin (30/3).

Saat ini, KLB campak tercatat terjadi di tiga daerah, yakni Cilacap, Klaten, dan Pati. Sementara itu, dua wilayah lain, Brebes dan Kudus, masih berstatus suspek.Pemprov Jateng

Menurut Taj Yasin, meningkatnya kasus campak tidak lepas dari terganggunya layanan imunisasi selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Pemprov Jateng kini mendorong percepatan pemulihan cakupan imunisasi, terutama di wilayah yang masih rendah dan berpotensi menjadi titik penularan.

Ini menjadi momentum untuk mengejar ketertinggalan. Kami terus menggerakkan kembali imunisasi dan memperkuat kampanye kepada masyarakat,” tegasnya.

Data menunjukkan, pada 2025 cakupan vaksinasi MR bayi di Jawa Tengah mencapai 106,7 persen atau melampaui target. Meski demikian, masih terdapat kantong wilayah dengan cakupan rendah yang perlu menjadi perhatian.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, mengapresiasi capaian tersebut.

Sementara Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menekankan pentingnya edukasi publik secara kolaboratif untuk mengatasi penolakan imunisasi di masyarakat. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *