Pasar Johar Utara
Salahsatu akses masuk Pasar Johar Utara Semarang.(Dok. BahteraJateng/day)

Isu Pengusiran Pedagang Johar, Ini Faktanya

SEMARANG[BahteraJateng] — Isu pengusiran pedagang di lantai dua Pasar Johar Utara, Kota Semarang, dibantah oleh sejumlah pihak. Informasi tersebut dipastikan tidak benar dan hanya beredar di grup percakapan WhatsApp tanpa sumber resmi.

Ketua PPJP Pasar Johar Utara, Sutarno, menegaskan bahwa para pedagang hingga saat ini masih menjalankan aktivitas seperti biasa dan tidak ada kebijakan pengusiran dari pihak manapun.

“Tidak ada penolakan atau pengusiran. Pedagang tetap berjualan seperti biasa,” ujarnya kepada BahteraJateng pada Kamis (2/4).

Hal senada disampaikan aktivis Kota Semarang sekaligus LSM, Didik Agus Riyanto. Ia menyebut kabar pengusiran pedagang hanya isu yang berkembang di grup WhatsApp pedagang dan bukan berasal dari kebijakan resmi pemerintah.

Menurutnya, pedagang yang menempati kios di lantai dua telah memiliki hak karena rutin membayar retribusi, sehingga tidak mungkin dilakukan pengusiran.

“Pedagang yang ada di lantai dua sudah menempati tempatnya dan membayar retribusi. Jadi tidak mungkin mereka akan dikeluarkan,” tegasnya.

Didik juga memastikan tidak ada rencana memasukkan pedagang baru dari luar maupun relokasi pedagang lama seperti yang sempat beredar. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan resmi pasti melalui sosialisasi dari dinas terkait.

“Kalau itu resmi, pasti ada pemberitahuan dan sosialisasi dari Dinas Perdagangan. Ini tidak ada,” katanya.

Sementara itu, Sutarno menambahkan bahwa para pedagang justru berharap aktivitas Pasar Johar kembali ramai. Mereka juga tidak mempermasalahkan kehadiran usaha baru selama dapat mendatangkan pengunjung dan menghidupkan kembali ekonomi pasar.

Ia menyebut, masukan dari pedagang lebih kepada aspek teknis penataan, seperti akses dan potensi dampak lingkungan, bukan penolakan terhadap pihak tertentu.

Salah satu pedagang, Iwan Alamsah (53), mengatakan para pedagang yang saat ini menempati lapak di lantai 2 merupakan pedagang lama yang telah berjualan secara turun-temurun selama puluhan tahun.

Ia menyebut, keluarganya telah berdagang di Pasar Johar sejak generasi orang tuanya. “Ini sudah turunan, dari orang tua. Saya sendiri sudah lebih dari 10 tahun, kalau almarhum ibu saya sudah 50 tahun lebih,” ujarnya.

Menurut Iwan, para pedagang pada prinsipnya tidak menolak adanya penataan maupun kehadiran pedagang baru. Bahkan, mereka mendukung upaya pemerintah untuk kembali meramaikan Pasar Johar Utara.

Namun demikian, ia menegaskan agar pedagang lama tidak dipindahkan atau digusur dari lokasi yang saat ini ditempati.“Yang penting kami tetap di sini. Mau ada toko atau pedagang baru tidak masalah, justru kami senang kalau pasar ramai lagi. Tapi jangan sampai kami dipindah,” tegasnya.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, para pedagang diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya dan tetap fokus pada upaya bersama menghidupkan kembali Pasar Johar sebagai pusat perdagangan di Kota Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *