Perhutani Blora Raya dan Forkopimda Menghadiri Halalbihalal dan Sarasehan Perkumpulan Rejo Semut Ireng
BLORA[BahteraJateng] – Perum Perhutani wilayah Blora Raya yang meliputi KPH Blora, KPH Randublatung, KPH Cepu, KPH Kebonharjo, dan KPH Mantingan menghadiri kegiatan halalbihalal dan sarasehan bersama Lembaga Pendamping Perhutanan Sosial Perkumpulan Rejo Semut Ireng, mengusung tema “Petani Hutan Bangkit, Sejahtera dan Berdaulat, Hutan Lestari, Petani Berdikari, Ketahanan Pangan Nasional Terwujud” di Pendopo Kabupaten Blora pada Senin (6/4).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Blora, Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial, Kepala BPS Yogyakarta, Kapolres Blora, perwakilan Kodim Blora, Kepala CDK Wilayah I Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian, Administratur/KKPH Blora beserta Waka ADM/KSKPH Blora, Administratur/KKPH Randublatung beserta Waka ADM/KSKPH Randublatung, KSS HKAKP Cepu, Waka ADM/KSKPH Mantingan, KSS HKAKP KPH Kebonharjo, dan perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) se-Kabupaten Blora dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Bupati Blora, Arief Rohman, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam mendukung program ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani hutan.
Arief menyampaikan bahwa kabupaten Blora memiliki potensi besar di sektor kehutanan, hampir separuh wilayahnya merupakan kawasan hutan yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat.
“Blora merupakan penghasil jagung terbesar kedua di Jawa Tengah dengan luasan lahan hampir mencapai 83.000 hektare. Pemerintah Daerah mengajak semua pihak, termasuk Perhutani, Perkumpulan Rejo Semut Ireng, dan KTH, untuk bersinergi meningkatkan produktifitas jagung demi kesejahteraan bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Administratur/KKPH Blora, Yeni Ernaningsih, mengajak para peserta sarasehan agar hutan yang ada di wilayah Kabupaten Blora, kurang lebih 47 persen dari total luas wilayah kabupaten Blora bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek kelestarian.
“Mari kita manfaatkan semaksimal mungkin sesuai dengan fungsi hutan itu sendiri. Perhutani tidak menutup diri untuk bekerjasama dengan semua pihak sesuai dengan kondisi dan rencana pengelolaan hutan yang ada di Perhutani, untuk mewujudkan program ketahanan pangan dan energi serta tercapainya hutan lestari masyarakat sejahtera,” ujar Yeni.
Lebih lanjut Yeni menyampaikan bahwa pada tanaman muda dapat dilakukan dengan sistem tumpangsari, sedangkan pada kawasan hutan yang sudah tertutup tajuk dapat dimanfaatkan melalui program PLDT, yaitu pemanfaatan lahan di bawah tegakan dengan tanaman yang mampu tumbuh di bawah naungan, seperti empon-empon.
“Selain itu semua kita kembalikan pada aturan yang ada dan apabila ada aset Perhutani yang ada dilokasi yang masuk dalam SK Perhutanan Sosial, untuk itu marilah kita jaga bersama, sambil menunggu pelaksanaan rencana tebangan sesuai Rencana Pengaturan Kelestarian Hutan (RPKH),” lanjut Yeni.
Menutup sambutannya, Yeni Ernaningsih juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh hadirin, seraya mengajak semua pihak untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga kelestarian hutan demi kesejahteraan bersama.(day)

