Rakor Ketahanan Pangan di Demak Soroti Rendahnya Serapan Hasil Panen Bulog
DEMAK[BahteraJateng] – Sejumlah persoalan mendasar dalam ketahanan pangan menjadi sorotan dalam rapat koordinasi yang digelar Polres Demak di Aula Wicaksana Laghawa pada Selasa (14/4).
Tiga isu utama yang mengemuka yakni belum optimalnya pemanfaatan lahan, rendahnya serapan hasil panen oleh Bulog, serta terbatasnya akses permodalan petani.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengungkapkan, potensi lahan pertanian di wilayahnya sebenarnya cukup besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.
Data menunjukkan masih terdapat lahan milik Polri sekitar 1.200 meter persegi, lahan pertanian sekitar 44,72 hektare, serta potensi lahan berdasarkan data Dinas Pertanian mencapai 2.362 hektare.
Selain itu, serapan hasil panen oleh Bulog dinilai masih jauh dari target. Dari target 8.500 ton pada 2026, realisasi penyerapan baru mencapai sekitar 72 ton. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada stabilitas harga sekaligus kesejahteraan petani.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah keterbatasan akses permodalan. Minimnya sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) membuat banyak petani belum memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang tersedia.
“Permasalahan ini perlu penanganan bersama, tidak bisa diselesaikan secara sektoral,” ujar Kapolres.
Melalui forum tersebut, Polres Demak mendorong langkah konkret berupa optimalisasi lahan tidur, peningkatan serapan hasil panen oleh Bulog, serta perluasan akses pembiayaan bagi petani.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Demak.(day)

