Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang
Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.(Dok. Humas Bandara)

Bandara Ahmad Yani Semarang Raih ASEAN Energy Awards 2025, Bukti Komitmen Eco-Airport

SEMARANG[BahteraJateng] – Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani kembali menorehkan prestasi di tingkat regional dengan meraih penghargaan ASEAN Energy Awards 2025 pada kategori ASEAN Energy Efficiency and Conservation Best Practices Awards – Green Building (Large Category). Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan oleh ASEAN Centre for Energy bersama negara-negara anggota ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia.

General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, menyatakan capaian ini merupakan hasil konsistensi dalam menerapkan konsep eco-airport yang menitikberatkan pada efisiensi energi dan konservasi lingkungan dalam operasional bandara.

Berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari optimalisasi konsumsi energi hingga pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Di antaranya penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), lampu LED, serta material bangunan berkonsep hijau. Selain itu, bandara juga menerapkan fitur sleep mode pada fasilitas seperti lift, eskalator, dan travelator guna menekan konsumsi listrik.

Dalam pengelolaan sumber daya air, bandara memanfaatkan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk mengolah air hujan dan air payau menjadi air bersih. Sepanjang tahun 2025, tercatat 1.920 meter kubik air hujan dan 243 meter kubik air payau berhasil diolah.

Sementara itu, sistem recycle tank menghasilkan 17.000 meter kubik air yang digunakan kembali untuk kebutuhan non-konsumsi seperti penyiraman taman dan flushing toilet.

Dari sisi energi terbarukan, PLTS berkapasitas 100 kWp yang terpasang di area gedung administrasi dan Main Power House mampu menghasilkan 132.930 kWh listrik sepanjang tahun 2025 untuk mendukung operasional bandara.

Sulistyo menegaskan, penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak serta dukungan pemangku kepentingan dalam mewujudkan bandara berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi demi meningkatkan efisiensi energi tanpa mengurangi kualitas layanan kepada pengguna jasa,” ujarnya pada Senin (20/4).

Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi Bandara Ahmad Yani Semarang dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi di sektor transportasi udara di kawasan Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *