Hadiri Susbanpim, Gubernur Luthfi Beri Pesan Kepada Kader Banser
SEMARANG[BahteraJateng] — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya peran Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai garda sosial dan kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari intoleransi, radikalisme, hingga ancaman disinformasi digital.
Hal itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII di Pusdik Binmas, Banyubiru, Kabupaten Semarang pada Rabu (13/5).

Menurut Luthfi, Banser memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat, khususnya di tengah kondisi global yang dinamis dan penuh ketidakpastian.
“Di tengah kondisi global yang tidak menentu ini, Banser berperan sebagai pendingin agar masyarakat tidak panas,” ujarnya.
Ia menilai, Susbanpim bukan hanya forum pelatihan organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga sarana pembentukan kader yang berkarakter kuat, berlandaskan ahlussunah wal jamaah, serta memiliki komitmen kebangsaan.
Luthfi berpesan agar kader Banser terus mengedepankan disiplin, loyalitas, wawasan kebangsaan, serta kemampuan kepemimpinan untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Menurutnya, arus hoaks dan disinformasi di media sosial berpotensi memicu konflik horizontal jika tidak diantisipasi dengan baik. Selain itu, ancaman radikalisme, intoleransi, politik identitas, hingga tingginya risiko bencana alam di Jawa Tengah juga menjadi perhatian serius.
“Banser harus siap hadir di tengah masyarakat, baik dalam menjaga persatuan maupun membantu penanganan kebencanaan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin, menekankan bahwa kemajuan organisasi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia.
Ia menyebut transformasi kaderisasi Ansor menjadi langkah penting agar kader mampu berdaya guna, adaptif terhadap perubahan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ke depan sahabat Ansor harus bermanfaat bagi pribadi, keluarga, dan masyarakat di daerahnya,” kata Addin.(sun)

