Banser Bertransformasi: Dulu Dipandang Kelas Dua, Kini Jadi Wajah GP Ansor
SEMARANG[BahteraJateng] – Senior GP Ansor Endin AJ Soefihara, mengungkapkan perjalanan panjang perkembangan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari organisasi yang dulu kurang diminati hingga kini menjadi garda terdepan dan wajah utama GP Ansor.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) angkatan VII di Pusdiklat Bimas Lemdiklat Polri pada Kamis (14/5) malam. Ia menyebut Banser pada era 1970-an sempat dipandang sebelah mata bahkan oleh kalangan internal Ansor sendiri.

“Era tahun 1970-an Banser kurang diminati. Bahkan oleh Ansor sendiri dianggap organisasi kelas dua,” ujar Endin.
Menurut Kepala Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) itu, pada masa tersebut banyak pemuda lebih memilih menjadi anggota Ansor tanpa bergabung dengan Banser karena dianggap tidak terlalu prestisius.
Namun, kondisi berubah drastis sejak era 1990-an ketika Banser mulai berkembang pesat dan justru menjadi pintu utama masyarakat mengenal GP Ansor.
“Sekarang Banser luar biasa. Banyak orang mengenal Ansor justru dari Bansernya,” jelas mantan anggota DPR RI tersebut.
Endin menilai transformasi Banser tidak hanya pada jumlah anggota, tetapi juga kualitas kader. Banser kini dinilai lebih edukatif, progresif, dan diminati kalangan akademisi serta pemuda berpendidikan.
“Banser sekarang lebih educated. Banyak insan akademis masuk Banser,” katanya.
Ia menegaskan pendidikan kebanseran saat ini tidak sekadar menekankan aspek fisik dan semimiliter, tetapi juga mencakup kepemimpinan, spiritualitas, intelijen, serta pemahaman birokrasi dan tata kelola pemerintahan.
Kaderisasi Banser juga semakin terstruktur melalui tahapan pendidikan dasar, latihan khusus, hingga Susbanpim sebagai jenjang kepemimpinan strategis.
Menurut Endin, sistem pendidikan tersebut menjadi bekal penting bagi kader Banser untuk melahirkan calon pemimpin GP Ansor yang matang secara organisasi, ideologi, dan manajerial.
“Banser bukan sekadar baris-berbaris, tetapi bagian penting dari pembentukan elit pimpinan Ansor masa depan,” pungkasnya.

