Konsistensi dan Ketahanan Mental Antar Arisy Abror Jadi Wisudawan Terbaik Doktor UIN Walisongo
SEMARANG[BahteraJateng] – Perjalanan studi doktoral bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga tentang konsistensi dan ketahanan mental. Hal itulah yang dipegang Arisy Abror Dzukroni hingga akhirnya dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Doktor pada Wisuda Periode Mei 2026 UIN Walisongo Semarang pada Sabtu (23/5).
Mahasiswa Program Doktor Studi Islam Pascasarjana yang akrab disapa Abror itu mengaku sejak awal tidak menjadikan predikat wisudawan terbaik sebagai target utama.
Ia memilih fokus menjalani proses akademik secara maksimal, mulai dari mengikuti perkuliahan, menyusun riset, publikasi jurnal ilmiah, hingga menghadiri konferensi internasional.
“Studi doktor bukan tentang siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling konsisten dan tahan diuji,” ujar Abror.
Selama menempuh studi doktoral, Abror harus menjalani proses riset panjang terkait transformasi epistemologi halal di Indonesia. Penelitiannya dilakukan melalui wawancara dengan berbagai aktor halal, observasi lapangan, survei konsumen muslim, hingga penelusuran arsip media sejak 1988.
Ia juga menggunakan pendekatan Constructivist Grounded Theory (CGT), metode yang masih jarang digunakan dalam kajian hukum Islam. Proses tersebut membuatnya harus bergulat dengan ratusan buku dan jurnal, revisi berulang, serta mempertahankan argumentasi di hadapan penguji.
Selain aktif meneliti, Abror juga mengikuti summer school di UCSIA Antwerpen, Belgia, dan konferensi internasional di Cambridge University untuk memperluas perspektif akademiknya.
Menurut Abror, dukungan keluarga menjadi kekuatan penting selama menjalani studi doktoral. Ia mengaku belajar keteguhan dari sang ibu dan konsistensi dari almarhum ayahnya.
Usai menyelesaikan studi, Abror berencana mengabdikan diri sebagai dosen dan peneliti dengan fokus menghasilkan riset yang berdampak bagi masyarakat.

