Grebeg Besar Demak Berlangsung Meriah, Iring-iringan Tumpeng Songo dan Gunungan Hasil Bumi Sedot Ribuan Warga
DEMAK[BahteraJateng] — Tradisi Grebeg Besar kembali menyedot perhatian ribuan warga di Kabupaten Demak pada Selasa (26/5) malam. Iring-iringan Tumpeng Songo dan gunungan hasil bumi yang menjadi bagian dari rangkaian tradisi menjelang Iduladha berlangsung meriah dengan rute dari Pendopo Kabupaten Demak menuju Masjid Agung Demak.
Sejak pagi, masyarakat mulai memadati kawasan alun-alun hingga sekitar masjid untuk menyaksikan langsung prosesi budaya dan religi yang telah menjadi tradisi tahunan masyarakat Demak tersebut.
Pawai ta’aruf iringan Tumpeng Songo melibatkan hampir seribu peserta dari berbagai unsur. Barisan peserta terdiri atas tokoh Walisongo, Banser, pasukan pembawa obor, hingga kelompok rebana yang menambah nuansa religius sepanjang perjalanan kirab.
Bupati Demak Eisti’anah bersama Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) turut hadir mengenakan busana muslim. Kehadiran para pejabat daerah itu menambah kekhidmatan prosesi yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Demak.
Antusiasme warga terlihat dari padatnya area parkir di sekitar alun-alun. Arus lalu lintas di pusat kota bahkan sempat mengalami kemacetan akibat tingginya jumlah pengunjung. Namun, kondisi tersebut dapat diantisipasi aparat kepolisian melalui rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan ke jalur luar kota.
Bupati Demak Eisti’anah mengatakan, tradisi Tumpeng Songo merupakan agenda rutin yang digelar setiap menjelang Iduladha sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai religius masyarakat.
“Selain sebagai kegiatan budaya, acara ini juga memiliki nilai religi karena setelah iring-iringan akan dilanjutkan dengan pengajian umum,” ujar Eisti’anah di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, iring-iringan tersebut membawa sembilan tumpeng yang terdiri dari satu tumpeng utama dan delapan tumpeng pendamping. Selain itu, terdapat dua gunungan hasil bumi berisi aneka sayuran dan buah-buahan.
Menurut Eisti’anah, Tumpeng Songo memiliki filosofi yang berkaitan erat dengan Walisongo yang berjumlah sembilan. Sementara gunungan hasil bumi menjadi simbol kemakmuran dan harapan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Kegiatan ini menggambarkan nilai spiritual sekaligus harapan agar masyarakat Demak semakin makmur dan diberkahi rezeki,” katanya.
Kemeriahan acara juga diperkuat dengan berbagai atraksi pendukung, seperti penampilan rebana di kawasan Masjid Agung Demak, serta pasukan pembawa tombak dan obor yang mengiringi jalannya prosesi.
Pemkab Demak melalui Dinas Pariwisata memastikan Grebeg Besar akan terus dipertahankan sebagai agenda budaya tahunan. Berbagai inovasi disebut akan terus dihadirkan tanpa meninggalkan nilai dan pakem tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.(day)

