Telasih 87 Banjarnegara Rayakan 5 Warsa, Gelar Larungan Agung di Sungai Serayu
BANJARNEGARA[BahteraJateng] – Yayasan Telasih 87 Banjarnegara memperingati hari jadinya yang kelima dengan menggelar syukuran bertajuk Wilujeng 5 Warsa di kawasan wisata Serayu Si Galuh pada Kamis (28/5).
Kegiatan tersebut dirangkai dengan pengukuhan pengurus baru periode 2026–2031 serta prosesi Larungan Agung di Sungai Serayu.
Acara berlangsung sederhana namun khidmat dengan mengusung semangat pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan. Prosesi larung sesaji menjadi puncak kegiatan sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus penghormatan terhadap alam.
Ketua Telasih 87 Banjarnegara terpilih, Tunggul Triwasono, mengatakan larungan bukan sekadar ritual simbolis, tetapi bentuk apresiasi terhadap Sungai Serayu yang selama ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat di wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, hingga Cilacap.
Menurutnya, Sungai Serayu berperan penting dalam mendukung sektor pertanian, perikanan, peternakan, serta menjadi sumber energi bagi PLTA Mrica.
“Larungan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu bersyukur dan menjaga alam yang telah memberikan kehidupan,” ujarnya.
Selain menggelar ritual budaya, Telasih 87 juga menegaskan komitmennya dalam pelestarian tradisi Jawa. Tunggul menyebut di Desa Tunggoro, anak-anak usia dini telah dibiasakan mengenakan pakaian adat Jawa setiap hari Kamis sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak dini.
Kegiatan tersebut turut dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional khas Banjarnegara, di antaranya Rok Gempor, Kuntul Rodad, Silat Rogo Jati, Panggiling Raga, hingga atraksi Beso Abang atau Silat Peso Abang Keris Abang yang menampilkan seni bela diri ritualistik menggunakan pusaka tradisional.
Acara yang digelar berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dewan Kesenian Daerah (DKD) Banjarnegara itu mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh daerah.
Ketua DKD Banjarnegara, Ismawan Setya Handoko, menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepribadian bangsa melalui pelestarian budaya lokal.
Ia berharap komunitas budaya seperti Telasih 87 terus berperan aktif memperkuat karakter masyarakat dan menjaga warisan budaya daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Tursiman, menyampaikan dukungannya terhadap kiprah Telasih 87 dalam membangun keharmonisan sosial dan melestarikan kesenian tradisional.
Menurutnya, berbagai kesenian yang ditampilkan dalam peringatan tersebut merupakan kekayaan budaya khas Banjarnegara yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya.
“Ini adalah kekayaan khas Banjarnegara yang perlu didukung untuk pelestarian dan pengembangannya agar menjadi ikon wisata budaya di masa mendatang,” katanya.

