Pecinta Budaya dan Museum Pantura Jateng Usul Eks Rumah Jabatan Residen Pati Dijadikan Museum Kolektif Daerah
SEMARANG[BahteraJateng] – Para pecinta budaya dan pemerhati museum di kawasan pantai utara (pantura) dan timur Jawa Tengah menggagas pendirian museum kolektif di Pati yang menginformasikan berbagai potensi dan koleksi museum-museum yang ada di wilayah ini.
Ketua Perkumpulan Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA) Provinsi Jawa Tengah, Puji Joharnoto, mengatakan gagasan itu muncul dalam beberapa kali pertemuan rutin para pecinta budaya dan pemerhati museum di wilayah pantura timur Jateng, yakni kabupaten Pati , Kudus, Demak, Jepara, Rembang, Blora dan Grobogan (Pakudjembaran) beberapa waktu lalu.

“Mereka bersama pengurus AMIDA Pakudjembaran menggagas museum kolektif yang lokasinya ditempatkan di kawasan Bangunan Cagar Budaya (BCB) eks rumah jabatan residen Pati,” kata Joharnoto di Semarang pada Senin (6/7/2026)
Menurutnya, gagasan itu akan dimatangkan dalam pertemuan lanjutan yang dijadwalkan akan dilaksanakan di Demak pada hari Rabu (8/7/2026), setelah sarasehan bedah buku bertema Sejarah Kesultanan Bintoro Demak.

Bedah buku itu, lanjutnya, diselenggarakan pengurus Takmir Masjid Agung Demak di Gedung Bina Praja, Jl Kyai Singkil Demak, mulai pukul 08.00. Atas gagasan itu, pengurus AMiDA Jateng mendukung dan membantu menyusun langkah-langkah strategisnya
Ketua Perkumpulan AMIDA Pakudjembaran Sancaka D. Supani, mengatakan pemilihan lokasi BCB rumah jabatan sangat relevan mengingat bangunan itu merupakan BCB peninggalan zaman Kolonial yangg sudah terdaftar.
“Maka dengan perubahan fungsi dari perkantoran, menjadi museum akan lebih terjamin keselamatan dan kelestariannya sebagai BCB , usulan itu akan segera kami sampaikan ke provinsi dan pusat,” katanya.
Setelah koordinasi di Demak, ujarnya, pengurus AMIDA Pakudjembaran akan berkomunikasi dengan pemerintah provinsi (Pemprov) karena BCB di Pati itu asetnya Pemprov Jateng. Diharapkan gagasan ini juga akan didukung gubernur Jateng dan pemerintah pusat.
“Kami berkeyakinan baik Pak gubernur maupun pak Menteri akan mendukung permohonan kami, mengingat, salah satu eks Rumah Jabatan Residen Kedu sudah difungsikan menjadi menjadi Museum Memorial Perjuangan Diponegoro, sedangkan di Jawa Timur, eks kantor karesidenan Besuki (di Probolinggo) juga dijadikan Museum yg didukung oleh Kementerian Kebudayaan,” tuturnya.(day)

