Komisi D DPRD Provinsi Jateng memantau Terminal Borobudur di Kabupaten Magelang, Senin (20/7). [Foto: Dok Setwan]
| |

Komsi D Monev Koridor Baru Aglomerasi Trans Jateng, Siap Layani Rute Gelangmanggung

MUNGKID[BahteraJateng] – Komisi D DPRD Provinsi Jateng memonitor dan mengevaluasi (monev) kesiapan Dishub Provinsi Jateng mengoperasikan Koridor Baru Aglomerasi Trans Jateng untuk wilayah Gelangmanggung (Magelang–Temanggung), Senin (20/7).

Koridor baru Aglomerasi Trans Jateng tersebut rencananya melayani rute Terminal Maron (Temanggung)–Terminal Tidar (Kota Magelang)–Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) pulang-pergi. Layanan itu dioperasikan mulai Agustus 2027 menggunakan 14 armada bus medium.

Untuk itu, seperti dikutip dari laman dprd.jatengprov.go.id, Komisi D menyambangi salah satu Terminal Borobudur di Kabupaten Magelang.

Saat berada di terminal, anggota Komisi D melihat kondisi fisik terminal maupun kondisi armada bus yang akan dioperasikan, semuanya dalam kondisi baik.

Bahkan menurut Anggota Komisi D, Nurul Furqon, selama ini tingkat hunian (load factor) bus Trans Jateng di Terminal Borobudur sudah sangat baik.

“(Data Dishub) tingkat hunian di Terminal Borobudur sudah cukup bagus yakni sekitar 94 persen,” katanya.

Menurutnya, tingkat hunian yang tinggi itu ditambah dengan adanya armada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Terminal Borobudur yang dilayani oleh bus shuttle (minibus Isuzu Elf) menjadi saling melengkapi.

Shuttle Bus yang dioperasikan Sinar Jaya KSPN itu juga melayani rute yang menghubungkan kawasan Borobudur secara langsung dengan berbagai titik simpul di Daerah Istimewa Yogyakarta seperti Malioboro, Stasiun Tugu, dan Terminal Jombor.

“Tingkat hunian yang bagus di terminal ini didukung dengan adanya tambahan Armada KSPN sebagai penghubung antara Jateng dan Jogja. Armada itu bantuan dari Kementerian,” katanya.

Dengan demikian, simpul Komisi D, koridor baru Aglomerasi Trans Jateng sektor Gelangmanggung (magelang-temanggung) sudah siap dioperasikan pada Agustus 2026 yang dipastikan bakal menghidupkan transportasi atau koneksitas masyarakat maupun antar destinasi pariwisata di kawaqsan Kabupaten/Kota Magelang-Temanggung dan sekitarnya. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *