Bunga Tabebuya di Semarang
Bunga Tabebuya di Jalan Madukoro, Semarang Barat bermekaran.(Foto. BahteraJateng/day)
|

Bunga Tabebuya Bermekaran, Semarang Serasa Negeri Sakura

SEMARANG[BahteraJateng] – Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang Jalan Madukoro, Kota Semarang, pada musim panas. Bunga Tabebuya berwarna merah muda dan putih bermekaran di antara hijaunya pepohonan, menciptakan suasana yang sekilas mengingatkan pada musim semi di Negeri Sakura, Jepang.

Keindahan bunga tersebut menarik perhatian warga yang melintas maupun sengaja datang untuk mengabadikan momen. Salah satunya Liana (52), warga Gedung Batu, Semarang Barat yang datang untuk melihat langsung bunga Tabebuya.


“Beberapa tahun lalu pernah liat Tabebuya yang di Bendungan Pleret bermekaran, seterusnya tiap musim panas pasti nyempetin ngliat karena bunganya mesti mekar. Bagus dan eksotis. Indah banget,” kata Liana kepada BahteraJateng, Kamis (20/8).

Menurutnya, hamparan Tabebuya yang bermekaran memberikan warna baru bagi wajah Kota Semarang. Suasana semakin menarik ketika menikmati pemandangan tersebut dari jalur pedestrian di kawasan Banjir Kanal Barat (BKB).


“Warnanya cantik. Menambah estetika kota. Kalau jalan-jalan di sepanjang area pedestrian Sungai Banjir Kanal Barat serasa kayak di Negeri Sakura,” ujarnya.

Liana berharap keindahan kawasan tersebut diimbangi dengan penataan lingkungan dan kebersihan yang lebih baik, terutama di sekitar bantaran sungai.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Murni Ediati mengatakan, keberadaan Tabebuya di kawasan Madukoro merupakan bagian dari program penghijauan kota. Penanaman pohon mulai dilakukan sekitar 2022-2023 dengan dukungan sejumlah pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Secara keseluruhan, sekitar 9.000 pohon telah ditanam melalui program tersebut. Selain Tabebuya, jenis pohon yang ditanam antara lain Pule, Asem, dan Trembesi.

“Penyebaran bunga Tabebuya ada di Kaligarang, Wahidin, Pamularsih dan sepanjang Jalan Banjir Kanal Barat. Ke depan kami akan tanam juga di sepanjang Banjir Kanal Timur,” ujar Pipie, sapaan akrabnya.

Pipie menyebut Tabebuya termasuk tanaman yang mudah dikembangkan di Kota Semarang. Pohon tersebut justru lebih mudah berbunga ketika mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.

“Perawatan bunga Tabebuya itu paling gampang. Semakin panas semakin dia tumbuh dan semakin berbunga,” katanya.

Pemkot Semarang juga tengah mengkaji konsep penanaman pohon dengan jenis yang disesuaikan karakter masing-masing kawasan. Setiap wilayah nantinya diharapkan memiliki tema tanaman tersendiri untuk memperkuat estetika sekaligus penghijauan kota.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *