KKN UIN Walisongo Ajari Siswa Ubah Limbah Plastik Jadi Bernilai
SEMARANG[BahteraJateng] – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 97 Desa Bumiharjo sukses menggelar kegiatan pemanfaatan limbah plastik berupa tutup botol bekas menjadi barang bernilai.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 01 Bumiharjo pada Rabu (5/8) dan SDN 02 Bumiharjo pada Kamis (6/8). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30-11.00 WIB tersebut diikuti sebanyak 47 siswa dari SDN 01 Bumiharjo dan SDN 02 Bumiharjo. Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam mengenalkan pentingnya pemanfaatan limbah sekaligus menumbuhkan kreativitas siswa sejak dini.

Kepala SDN 01 Bumiharjo, Sumarto, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang tersebut. Menurutnya, kegiatan pemanfaatan limbah plastik dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Posko 97. Anak-anak mendapatkan pengalaman baru dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Kegiatan seperti ini juga dapat menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala SDN 02 Bumiharjo, Kastami. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan pembelajaran praktis kepada siswa mengenai pentingnya mengurangi dan memanfaatkan kembali limbah plastik.
“Kegiatan ini sangat positif karena siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan cara memanfaatkan limbah plastik. Kami berharap pengalaman ini dapat mendorong siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak terbiasa membuang barang yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan,” tuturnya.
Koordinator Divisi Ekonomi Kreatif KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 97, Muhammad Rasyid Ramadhan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan kerajinan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada siswa bahwa limbah dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna.
“Kegiatan ini awalnya didasari oleh permasalahan sampah yang tidak terkelola dengan baik, bahwa tutup botol yang biasanya langsung dibuang ternyata masih bisa dimanfaatkan menjadi barang yang menarik dan berguna. Selain membantu mengurangi limbah plastik, kegiatan ini juga melatih kreativitas, ketelitian, dan keterampilan siswa. Harapannya, mereka dapat menerapkan kebiasaan memanfaatkan barang bekas dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Salah satu siswa SDN 01 Bumiharjo, Marsel, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia merasa kegiatan membuat gantungan kunci dari tutup botol memberikan pengalaman baru dan menyenangkan.
“Saya senang membuat gantungan kunci dari tutup botol karena sebelumnya saya tidak tahu kalau tutup botol bekas bisa dibuat menjadi barang seperti ini. Kegiatannya juga seru karena bisa membuat sendiri sesuai dengan yang diinginkan,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu siswa SDN 02 Bumiharjo, Ovi, mengatakan kegiatan tersebut membuatnya lebih memahami bahwa barang bekas tidak selalu harus dibuang.
“Saya jadi tahu kalau tutup botol bekas bisa digunakan lagi dan dibuat menjadi gantungan kunci. Saya juga senang karena bisa membuat sendiri dan hasilnya bisa dibawa pulang,” katanya.
Sumber : Tim Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 97 Desa Bumiharjo

