MTQ Nasional XXXI Dongkrak Ekonomi Semarang, Okupansi Hotel Tembus 80 Persen
SEMARANG[BahteraJateng] — Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi daerah. Ribuan kafilah dan tamu dari berbagai daerah turut mendorong keterisian hotel, restoran, bisnis perjalanan, hingga UMKM.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah mencatat tingkat okupansi hotel di Kota Semarang selama penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI mencapai sekitar 80 persen. Angka tersebut diproyeksikan meningkat hingga 90 persen saat memasuki puncak rangkaian kegiatan.
Penjabat Ketua BPD PHRI Jawa Tengah Albert Dwijaya mengatakan, dampak ekonomi MTQ tidak hanya dirasakan sektor perhotelan, tetapi juga berbagai usaha yang menopang kebutuhan peserta dan tamu.
“Yang kita lihat city okupansi kurang lebih ada di kisaran 80 persen. Kami optimistis pada puncaknya okupansi kamar hotel bisa mencapai 90 persen,” kata Albert di Semarang pada Jumat (11/9).
Menurut dia, tingginya mobilitas kafilah menjadi peluang bagi restoran, travel, kegiatan pertemuan, hingga pelaku UMKM. PHRI juga telah mengarahkan sekitar 120 anggota aktif untuk memastikan pelayanan hotel, termasuk keramahan, kebersihan, kenyamanan, serta kualitas dan keamanan makanan.
Albert mengimbau pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut dengan aktif mempromosikan produk lokal Semarang kepada para tamu dari berbagai daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut potensi pergerakan ekonomi selama MTQ Nasional XXXI diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun. Perhitungan tersebut mencakup berbagai aktivitas ekonomi sekaligus promosi wisata Kota Semarang dan daerah sekitarnya.
“Potensi pergerakan ekonomi, kita sudah promosikan berbagai kegiatan lain. Kita berharap ada Rp1,2 triliun,” ujar Taj Yasin.
MTQ Nasional XXXI pun diharapkan tidak hanya sukses sebagai ajang syiar dan prestasi Al-Qur’an, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.(sun)


