Haul Satu Abad Pondok Pesantren Al Falah Ploso: Sebuah Refleksi Keikhlasan dan Istiqomah

KEDIRI[BahteraJateng] – Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri menggelar Pengajian Haul Satu Abad yang dihadiri oleh berbagai tokoh, santri, dan alumni, Minggu (14/7/2024). Kyai Kafabihi Mahrus, Pengasuh Ponpes Lirboyo, dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas perkembangan Pondok Ploso yang terus menjadi tempat bagi para santri untuk menimba ilmu.

“Kebesaran Pondok Pesantren Al Falah Ploso berasal dari keikhlasan pendirinya, Kyai Djazuli, dan keistimewaan para pengasuhnya yang istiqomah dalam ilmu dan amal,” katanya.


Pada Pondok Pesantren Al Falah Ploso, thiriqohe (metode) Mbah Djazuli, yang mirip dengan metode para kyai di Lirboyo, menekankan pentingnya ngaji, mencari ilmu, dan menyebarkannya kepada masyarakat. Kyai Kafabihi mengajak semua pihak untuk istiqomah dalam ngaji dan ta’lim wa ta’allum (mengajar dan belajar).

Sementara itu, Gus Kaustar menyampaikan bahwa seorang yang benar-benar alim tidak pernah membuat umat putus harapan atas rahmat Allah. Orang alim selalu siap mengurus umat dengan kasih sayang, karena ilmunya mendorong untuk selalu mencari ridha Allah melalui pelayanan kepada umat.

“Sifat welas asih ini timbul dari laku istiqomah dalam ta’lim wa ta’allum, sebuah tradisi yang diajarkan oleh muassis Pondok Ploso, Kyai Djazuli Ustman,” terangnya.

Nyai Rodhiyah, istri dari Mbah Kyai Djazuli, dikenal atas perhatiannya pada ilmu dan kasih sayang kepada setiap insan, terutama kepada putra, cucu, dan santrinya. Beliau berkontribusi besar terhadap kekompakan dan kerukunan keluarga, yang memungkinkan Pondok Ploso bertahan dan berkembang hingga saat ini. Para dzurriyyah Kyai Djazuli selalu kompak dan rukun meski ada perbedaan pemikiran, karena mereka selalu mengutamakan kepentingan pondok.

“Kami para dzurriyyah bisa sama pendapat jika sudah menyangkut kepentingan pondok. Seiring dan senada dalam memikirkan perkembangan pondok. Mesti mungkin beda cara atau metode karena pemikiran tertentu. Nah, yang pasti berbeda terus adalah pendapatan,” katanya.

Kyai Said Aqil Siradj menambahkan bahwa pesantren adalah tempat yang sempurna untuk mempelajari agama Islam secara lengkap dan mempraktekkannya dengan ajeg dan konsisten. Ia menekankan pentingnya mencintai pesantren dan mendidik anak-anak dengan cara pesantren, bahkan memasukkan mereka ke pesantren jika memungkinkan.

“Santri dan alumni harus bangga pada pesantren dan istiqomah menjalankan pola hidup yang diajarkan,” katanya.

Hadir dalam acara Haul Akbar ini antara lain Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar, Pengasuh Ponpes Tebuireng Gus Kikin Jombang, Gus Miftah dari Yogyakarta, serta sejumlah kyai, pejabat, dan puluhan ribu orang dari alumni, wali santri, maupun masyarakat umum.

Haul ini menjadi momen refleksi atas keikhlasan dan istiqomah yang diajarkan oleh pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, yang terus menjadi sumber inspirasi bagi para santri dan umat Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *