Taman Abdurahman Saleh
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, meresmikan Taman Abdurahman Saleh di Manyaran, Semarang Barat, Rabu (7/1).(Dok. BahteraJateng/day)

Agustina Resmikan RBRA Taman Abdulrahman Saleh, Ruang Bermain Ramah Anak Ketiga di Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meresmikan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) Taman Abdulrahman Saleh di Kelurahan Manyaran, Semarang Barat sebagai ruang bermain ramah anak ketiga di Kota Semarang, pada Rabu (7/1).

“Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam memperluas ruang terbuka hijau yang aman dan layak bagi tumbuh kembang anak,” kata Agustina kepada BahteraJateng seusai peresmian.


Agustina menyampaikan, Pemkot Semarang telah menginventarisasi sejumlah taman untuk dikembangkan menjadi ruang bermain ramah anak.

Ke depan, taman-taman tersebut akan dibangun sebanyak mungkin sesuai dengan ketersediaan lahan dan memenuhi standar keselamatan.

“Kita akan memilih taman yang benar-benar ramah anak dan aman. Semakin banyak taman yang kita bangun, anggarannya juga akan semakin efisien. Taman-taman yang selama ini kurang terurus akan kita lengkapi dengan sarana bermain anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep taman lebih menitikberatkan pada penataan alas lantai yang aman dan kemudahan akses bermain. Ornamen akan lebih banyak menggunakan unsur alami agar lebih efisien dan ramah lingkungan.

Terkait perawatan, Agustina menegaskan tanggung jawab tidak hanya berada pada Pemkot, tetapi juga kelurahan dan kecamatan bersama masyarakat.

Ia mendorong keterlibatan komunitas, mulai dari kelompok lansia, komunitas senam, hingga anak muda, untuk ikut menjaga kebersihan taman.

“Kalau hanya mengandalkan petugas kebersihan, tidak akan seimbang. Pengguna taman juga harus ikut merawat,” katanya.

Menanggapi potensi munculnya pedagang kaki lima (PKL) di sekitar taman, Agustina menyebut hal tersebut akan dikoordinasikan oleh lurah dan camat bersama Dinas Perdagangan.

Ia juga menegaskan evaluasi rutin terhadap Surat Keputusan PKL, termasuk pengaturan jam operasional agar tidak bersifat permanen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang Suwarto menjelaskan, Taman Abdulrahman Saleh dibangun dengan konsep ramah anak, edukatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Taman seluas sekitar 2.000 meter persegi ini dilengkapi area bermain anak, taman edukasi tanaman, greenhouse, serta ruang terbuka untuk aktivitas remaja dan keluarga.

“Pembangunan taman ini didanai APBD Kota Semarang Tahun 2025 dengan pagu awal Rp2,8 miliar dan terealisasi Rp2,4 miliar setelah lelang. Taman ini dijaga selama 24 jam dan terbuka untuk umum sepanjang hari,” terangnya.

Suwarto menambahkan, Pemkot Semarang menargetkan penambahan taman bermain ramah anak secara bertahap.

“Dari sekitar 50 taman yang ada, terdapat 10 taman berpotensi tinggi untuk dikembangkan menjadi ruang bermain anak, dengan sebagian diusulkan untuk sertifikasi dari Kementerian pada 2026,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *