Patroli Upal di Kudus
Aparat kepolisian dari Polres Kudus menggelar patroli di sejumlah lokasi jasa penukaran uang baru di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (5/3).(Dok. BahteraJateng/GW)
|

Aparat Polres Kudus Datangi Jasa Penukaran Uang Baru, Apa yang Dicari?

KUDUS[BahteraJateng] — Aparat kepolisian dari Polres Kudus menggelar patroli di sejumlah lokasi jasa penukaran uang baru di wilayah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah pada Kamis (5/3).

Patroli dilakukan di kawasan Jalan Sunan Kudus hingga Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus yang setiap tahun menjelang Lebaran dipadati jasa penukaran uang baru.

Kapolres Kudus Heru Dwi Purnomo melalui Kasat Samapta Noor Alifi, mengatakan kegiatan patroli tersebut merupakan langkah preventif untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi peredaran uang palsu.

“Ini sebagai upaya meminimalisir peredaran uang palsu. Patroli dan pemantauan langsung di lapangan ini juga bertujuan memberikan edukasi kepada warga,” ujar AKP Noor Alifi.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihak kepolisian belum menemukan adanya indikasi peredaran uang palsu di lokasi jasa penukaran uang yang dipantau. Meski demikian, pengawasan tetap ditingkatkan karena aktivitas transaksi uang tunai biasanya meningkat menjelang Lebaran.

“Pada patroli kali ini kami tidak menemukan adanya uang palsu. Namun kami tetap melakukan pengecekan secara detail terhadap uang yang ditukarkan,” jelasnya.

Selain patroli, kepolisian juga mengimbau para pelaku jasa penukaran uang agar meningkatkan kewaspadaan karena transaksi melibatkan uang tunai dalam jumlah besar.

Untuk memberikan rasa aman, Polres Kudus juga membuka layanan pengawalan gratis bagi para pelaku jasa penukaran uang. Masyarakat dapat meminta pengawalan dengan melapor ke pos polisi terdekat atau melalui layanan darurat 110.

Salahsatu pelaku jasa penukaran uang di kawasan Alun-Alun Kudus, Wulan Novianti, mengaku sudah membuka layanan penukaran uang baru sejak awal Ramadan.

Menurutnya, patroli yang dilakukan polisi memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha musiman tersebut.

“Bagus, artinya polisi peduli dengan masyarakat. Jasa penukaran uang memang sudah menjadi tradisi setiap Lebaran karena banyak orang ingin memberikan uang baru kepada sanak keluarga,” ujarnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *