Atasi Anak Berkebutuhan Khusus, Disdik Kota Semarang Siapkan Guru Khusus di ULD
SEMARANG[BahteraJateng] – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang menyiapkan Guru Pendamping Khusus (GPK) di Unit Layanan Disabilitas (ULD) untuk mendukung implementasi sekolah inklusi.
Langkah ini ditempuh guna mengatasi keterbatasan pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang tidak selalu dapat mengikuti metode belajar di kelas reguler.
Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menyebut saat ini terdapat 15 guru berkompetensi khusus yang disiapkan untuk ditempatkan di ULD.
“Konsep kami, ULD ini membantu sekolah-sekolah yang memiliki ABK. Jadi anak yang tidak harus belajar di SLB bisa tetap mendapatkan pendampingan melalui ULD,” ujarnya usai menjadi narasumber Upgrading Komite PAUD yang digelar Dewan Pendidikan Kota Semarang di Graha Wisata Hotel School pada Sabtu (27/9).
Bambang menjelaskan, ULD berbeda dengan Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) yang fokus pada persoalan psikologi. ULD diarahkan sebagai pusat pendampingan pembelajaran inklusi, termasuk asesmen awal bagi anak dengan kategori disabilitas tertentu.
“Mengasuh anak berkebutuhan khusus ini perlu kemampuan ekstra, waktu lebih lama, dan keahlian spesifik dari gurunya,” tegasnya.
Saat ini, ULD baru tersedia di Kecamatan Semarang Selatan. Namun, Disdik berencana memperluas layanan ke wilayah lain seperti Genuk dan Banyumanik agar lebih mudah diakses masyarakat.
Meski begitu, Bambang mengakui pendampingan juga harus mempertimbangkan jenis kebutuhan khusus anak.
“Misalnya ada tuna rungu, tuna wicara, dan tuna daksa, tentu tidak bisa ditangani satu guru yang sama. Harus ada pengelompokan,” jelasnya.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Semarang, Budiyanto, mendukung langkah ini sekaligus mengusulkan pembentukan rumah inklusi sebagai wadah bagi GPK. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi berbeda dan ABK membutuhkan pendampingan khusus agar tetap bisa berkembang.
“Harapan kami, meski mereka berbeda, tetap mendapat peluang tumbuh dan berkembang sama seperti anak lain,” ujarnya.

