Bamsoet Minta Calon Pimpinan KPK Kaji Sistem Demokrasi Berbiaya Tinggi
JAKARTA [BahteraJateng]- Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo meminta calon pimpinan KPK mengkaji sistem demokrasi saat ini yang berbiaya tinggi sehingga memicu korupsi.
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini, sistem demokrasi pemilihan langsung dalam pemilihan pimpinan daerah, pusat ataupun legislatif sangat rentan dengan money politic dan biaya tinggi.

“Kondisi ini sangat berpotensi menggiring orang untuk terjerat dalam tindak korupsi.
Karena saat maju dalam pemilihan memerlukan biaya tinggi, maka saat terpilih mereka terkadang menghalalkan segala cara agar biaya yang telah dikeluarkan bisa kembali,” kata Bamsoet dalam fit and proper tes calon pimpinan KPK di Komisi III DPR RI, Jakarta, Senin (18/11).

Fit and proper test calon pimpinan KPK hari pertama yang digelar dari siang hingga malam hari ini diikuti oleh empat calon dari total sepuluh calon. Keempat calon tersebut adalah Setyo Budiyanto, Poengky Indarti, Fitroh Rohcahyanto dan Michael Rolandi Cesnanta Brata.
Dia melanjutkan, hasil kajian KPK menyebutkan untuk menjadi bupati atau wali kota dibutuhkan biaya setidak-tidaknya Rp 50-100 Miliar. Biaya politik tinggi juga dikeluarkan para anggota legislatif untuk ikut Pemilu.
“Artinya apa? Di satu sisi, sistem demokrasi makin lama makin lari dari substansinya. Demokrasi kita lebih menjurus kepada NPWP, nomor piro-wani piro. Hal ini mendorong meningkatkan tindak pidana korupsi,” kata Bamsoet.
Waketum Koordinator Bidang Politik dan Keamanan KADIN Indonesia menambahkan, meminta kepada calon pimpinan KPK untuk mengkaji kembali sistem demokrasi langsung saat ini menjadi penyebab kasus korupsi sulit diberantas.
“Apa sebenarnya yang mendorong korupsi ini sulit diberantas baik oleh KPK, kejaksaan maupun kepolisian? Apakah pilihan sistem demokrasi yang kita anut hari ini yang memaksa, mendorong orang-orang yang memiliki jabatan publik itu melakukan tindak pidana korupsi? Sudah saatnya dikaji kembali apakah sistem demokrasi langsung yang kita anut lebih banyak manfaatnya atau mudharatnya,” kata dia.

