Bang Lukman DPRD Jakarta: Bencana Sumatera Tanggung Jawab Sosial Kita
JAKARTA[BahteraJateng] – Anggota DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan bagi korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Ia menekankan pentingnya bantuan terhadap dapur-dapur umum yang menjadi tumpuan utama pemenuhan kebutuhan makan dan minum para pengungsi, menyusul rusaknya sumber pangan akibat bencana.

“Kebutuhan makan dan minum adalah hal paling dasar. Jangan biarkan saudara-saudara kita di Aceh, Sumbar, dan Sumut kelaparan. Karena itu, saya mengajak masyarakat membantu kebutuhan dapur umum,” ujar Lukmanul Hakim, anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta pada Rabu (3/11).
Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah memiliki keterbatasan sehingga penanganan bencana ini membutuhkan gotong royong dan solidaritas sosial seluruh masyarakat.

Bencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut menimbulkan dampak besar. Tercatat 753 orang meninggal, sekitar 650 orang masih hilang, dan 2.600 orang mengalami luka-luka.
Total warga terdampak hingga Rabu mencapai 3,3 juta jiwa, dengan 141 ribu di Sumatera Barat, 1,7 juta di Sumatera Utara, dan 1,5 juta di Aceh. Besarnya jumlah korban dinilai menjadi alasan kuat perlunya keterlibatan semua pihak.
“Selain makanan dan minuman, kebutuhan mendesak lainnya meliputi pakaian, obat-obatan untuk penyakit ringan, penutup luka, serta kebutuhan perempuan,” kata Lukman, politisi asal Aceh, yang telah mengirim bantuan sembako ke sejumlah dapur umum di Aceh setelah menerima laporan adanya kebutuhan mendesak.
Saat ini terdapat sedikitnya 30 titik dapur umum dan dapur mandiri di tiga provinsi tersebut.
Di Sumatera Barat terdapat 9 titik yang mampu menyediakan 30 ribu bungkus makanan per hari, sementara 12 titik di Sumatera Utara melayani jumlah yang sama. Adapun di Aceh, 7 titik mampu menyiapkan 28 ribu bungkus makanan per hari.
Lukman berharap perusahaan transportasi, logistik, BUMN, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat turut membantu mengatasi keterbatasan infrastruktur dan mempercepat penyaluran bantuan kemanusiaan.
“Mari kita melakukan aksi nyata, tahan dulu ribut-ribut di medsos, tidak usah saling saling menyalahkan supaya dampak bencana bisa segera dituntaskan,” pungkasnya.(day)

