Banjir melanda lima desa di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akibat luapan Sungai Silugonggo, Selasa (25/3).(Foto Ist)
|

Banjir Landa Pati Jelang Lebaran, BNPB Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

JAKARTA[BahteraJateng] – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah wilayah di Indonesia masih dilanda bencana hidrometeorologi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir melanda lima desa di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akibat luapan Sungai Silugonggo yang tidak mampu menahan debit air setelah hujan deras pada Selasa (25/3).

“Akibat banjir tersebut, sebanyak 238 rumah terendam, 796 jiwa terdampak, dan 1.390 meter akses jalan tergenang,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis pada Rabu (26/3).


Ia menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati telah melakukan kaji cepat untuk mendata dampak serta kebutuhan mendesak.

Tim BPBD bersama relawan juga turun langsung ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan.


“Hingga Rabu (26/3), banjir di Juwana Pati masih belum surut,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa hingga 27 Maret, beberapa wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.

Wilayah yang perlu diwaspadai antara lain Aceh, Riau, Jambi, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Bali.

Sedangkan hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada periode 28 hingga 31 Maret, hujan lebat diperkirakan akan terjadi di Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Timur, NTB, NTT, dan Kalimantan Timur.

BMKG mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Jika hujan deras terjadi dengan jarak pandang pendek, diharapkan segera mencari tempat aman yang jauh dari potensi longsor dan banjir.

“Masyarakat diimbau untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Cuaca yang tidak menentu dapat memengaruhi kelancaran perjalanan mudik, terutama di daerah-daerah rawan bencana,” pungkasnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *