Banjir Semarang Masuk Tanggap Darurat, Pemkot Bisa Gunakan Dana BTT
SEMARANG[BahteraJateng] – Bencana banjir yang terjadi di Kota Semarang beberapa hari lalu masuk dalam status tanggap darurat.
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan semua wilayah yang terkena bencana dan diberikan bantuan oleh Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) maka harus berstatus tanggap darurat.
Sementara di Kota Semarang masa tanggap darurat akan berlangsung maksimal selama 14 hari.
“Kalau kita melihat kondisi ini semoga tanggap darurat tidak diperpanjang,” ujar Ita panggilan akrab wali kota, Kamis (21/3).
Dalam status tanggap darurat, Pemerintah Kkota Semarang bisa mencairkan anggaran belanja tidak terduga (BTT).
Namun saat ini Pemkot Semarang sudah mendapat banyak bantuan untuk penanganan banjir dari BNPB, Pemprov Jateng, BUMN, BUMD, perusahaan swasta hingga perseorangan.
“Kemarin dapat mobil pompa, mobil dapur umum, perahu, paket sembako dan pakaian,” tutur Ita.
Meski demikian, pihaknya meminta kepada lurah dan Camat untuk menginventarisir kebutuhan yang masih diperlakukan dalam penanganan banjir.
Jika dari bantuan-bantuan yang masuk masih kurang, maka anggaran BTT akan dicairkan.
“Perbaikan infrasturktur bisa BTT tapi akan kita inventrisisr dan survei dulu jadi apakah dari dinas masih ada anggaran kalau tidak bisa dikeluarkan BTT,” ujarnya.
Ita melihat, pasca banjir yang paling banyak terdampak adalah rumah-rumah yang terendam banjir.
Sementara untuk jalan yang aspal dan Paving yang mengalami kerusakan nantinya juga akan dilakukan perbaikan.
“Yang banyak terdampak itu rumah yang terendam, kalau jalan tidak semuanya rusak paling yang aspal dan Paving kalau beton masih aman,” tuturnya.


