Bencana Tanah Bergerak di Desa Ratamba, Pemkab Banjarnegara Siapkan Pembangunan Huntara
BANJARNEGARA[BahteraJateng] – Bencana tanah longsor dan tanah bergerak terjadi di Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Senin (20/1).
Sekretaris Daerah (Sekda) Banjarnegara, Indarto, meninjau lokasi bencana tanah bergerak di Desa Ratamba untuk melihat langsung dampak bencana serta melakukan koordinasi terkait penanganan pengungsi, Kamis (23/1).

Indarto yang didampingi sejumlah pejabat terkait menyaksikan kondisi jalan serta rumah warga yang mengalami kerusakan akibat tanah bergerak di Desa Ratamba.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi.
“Kami minta masyarakat tetap siaga karena curah hujan masih tinggi. Ancaman bencana bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga kesiapsiagaan sangat diperlukan,” ujar Indarto.
Ia menambahkan bahwa bencana ini tidak hanya terjadi di Desa Ratamba, tetapi juga di beberapa wilayah lain di Kabupaten Banjarnegara. Selain longsor, daerah tersebut juga menghadapi ancaman tanah bergerak dan banjir.
Penanganan Pengungsi dan Dampak Longsor
Pemerintah daerah saat ini tengah berkoordinasi dengan instansi vertikal serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mempercepat penanganan bencana, termasuk rencana pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
Saat meninjau lokasi bencana, Indarto melihat beberapa bangunan yang miring parah akibat tanah bergerak. Bahkan, terdengar suara benda jatuh yang menunjukkan tingkat kemiringan rumah semakin bertambah.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Banjarnegara, bencana ini menyebabkan 12 Kepala Keluarga (KK) atau 35 jiwa mengungsi ke rumah-rumah warga. Selain itu, terdapat 9 KK atau 26 jiwa yang masih mengungsi secara tentatif.
Plt BPBD Banjarnegara, Tursiman, melaporkan bahwa longsor juga mengakibatkan ruas jalan Pejawaran-Batur amblas sepanjang 100 meter.
“Sebanyak 13 rumah mengalami kerusakan berat, 2 rumah rusak ringan, 1 musholla dan 1 pondok pesantren mengalami kerusakan berat. Selain itu, ada 8 rumah lain yang berada di luar zona patahan tetapi masih dalam kondisi terancam,” terangnya.
Kondisi Masih Mengkhawatirkan
Kepala Desa Ratamba, Juniawan, mengatakan bahwa hingga saat ini tanah masih terus bergerak, menyebabkan kerusakan jalan dan rumah semakin bertambah.
Ia menjelaskan bahwa kejadian ini bermula pada Senin (20/1) ketika seorang warga menemukan retakan di rumahnya. Beberapa saat kemudian terdengar suara mirip ledakan, diikuti dengan pergerakan tanah yang semakin parah.
“Setelah suara ledakan itu, warga langsung keluar rumah dan mengungsi karena takut terjadi longsor susulan. Saat ini mereka masih mengungsi di rumah-rumah warga yang lebih aman,” jelas Juniawan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara terus berupaya melakukan langkah mitigasi dan penanganan bagi warga terdampak, termasuk menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana di wilayah tersebut.(sun)

