Beredar SE Sekda Mengenai Ancaman Megathrust, BPBD Jateng Beri Penjelasan
SEMARANG[BahteraJateng] – Akhir-akhir ini masyarakat Jawa Tengah diresahkan dengan beredarnya Surat Edaran (SE) mengenai ancaman Megathrust di Jawa Tengah yang dikeluarkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno, pada 28 Agustus 2024.
BahteraJateng mencoba mencari tahu mengenai kebenaran surat edaran tersebut melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan. Bergas menyampaikan kebenaran surat edaran itu.

“Njih (benar-red) asli mas,” kata Bergas kepada BahteraJateng, saat dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (30/8/2024)
Isi dari surat edaran tersebut adalah tentang langkah-langkah dan upaya kesiapsiagaan menghadapi ancaman Megathrust yang merupakan gempa bumi disebabkan oleh pertemuan antar lempeng tektonik bumi pada zona subduksidi Jawa Tengah yang diperuntukkan kepada Sekda Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.

Dalam surat edaran mengenai ancaman Megathrust di Jawa Tengah, Sekda Jateng mengintruksikan kepada seluruh instansi dan warga masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan terjadi bencana akibat seismic gap, terutama di wilayah zona Megathrust Pantai Selatan Jawa Tengah.
“Zona Megathrust Pantai Selatan Jateng meliputi Cilacap, Kebumen, Purworejo dan Wonogiri. Dimana daerah pantai selatan dengan perkembangan jaman cukup banyak masyarakat yang bermata pencaharian dari nelayan maupun wisata pantai,” ujar Bergas.
Mengenai pelaksanaan edukasi, sosialisasi dan literasi kepada masyarakat, serta melakukan simulasi penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi dan tsunami, Bergas menyampaikan bahwa BPBD Jateng sudah melakukan upaya-upaya tersebut.
“Iya sudah banyak yang dilakukan, utamanya di daerah Selatan, yaitu berupa latihan simulasi tsunami, pemasangan EWS tsunami, meningkatkan Destana baik kuantitas maupun kualitas, ekspedisi Destana tsunami, dll,” terang Bergas.
Upaya-upaya yang telah dilakukan itu, lanjut Bergas, bertujuan untuk meningkatkan koordinasi kesiapan mekanisme kedaruratan serta melaksanakan simulasi rencana kontingensi menghadapi ancaman bencana dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait.
Maliki warga Kota Semarang saat ditanyai BahteraJateng mengaku cemas mengenai adanya kabar ini, “walaupun Megathrust kalau benar terjadi itu di daerah pantai Selatan, tapi kita tetap was-was akan terkena dampaknya,” katanya.
Aries warga Purworejo yang berkerja di Kota Semarang juga mengaku resah mengenai akan adanya bencana Megathrust ini, “semoga tidak terjadi ya, karena saudara-saudara saya dikampung sana pasti terkena dampak langsung bila terjadi gempa Megathrust,” katanya.(sun)


Semoga tdk terjadi🤲🏻🤲🏻
Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya