BUMDes Dadi Jaya Nusadadi di Banyumas Berhasil Mengembangkan Budidaya Melon Berkualitas Tinggi
BANYUMAS[BahteraJateng] – Di salah satu desa di bagian sisi selatan Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas bernama Desa Nusadadi adalah wilayah perdesaan dengan luas wilayah 336,35 Hektar terdiri dari sawah tadah hujan 212 Ha, pemukiman penduduk 52 Ha, perkebunan 61 Ha dan sisanya antara lain adalah wilayah untuk perkantoran, lapangan, jalan, sungai, dan tanah makam. Desa Nusadadi ini merupakan desa yang mudah mengalami kekeringan di saat musim kemarau dan mudah banjir saat musim hujan. Sehingga desa ini bisa dikatakan desa yang unik dan rentan dalam mengahadapi perubahan musim. Dibalik kondisi tersebut, ternyata di Desa Nusadadi telah berdiri Badan Usaha Milik Desa atau yang biasa disebut BUMDes bernama BUMDes Dadi Jaya Nusadadi yang mengembangkan budi daya buah melon.
“BUMDes Dadi Jaya Nusadadi mampu mengembangkan budi daya buah melon premium golden aroma dan red aroma,” ujar Nurcahyo, tenaga ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Banyumas, Selasa (9/7/2024).

Nurcahyo menerangkan pendirian BUMDes Dadi Jaya Nusadadi ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
“Adapun Fungsi dari pendirian BUMDes menurut Peraturan Pemerintah nomor 11 Tahun 2021 tentang BUMDes adalah untuk mengonsolidasi produk barang dan/atau jasa masyarakat Desa, produksi barang dan/atau jasa, menampung, membeli, memasarkan produk masyarakat Desa,” terang dia.

Selain itu BUMDes juga berfungsi untuk inkubasi usaha masyarakat Desa, menstimulasi dan dinamisasi usaha ekonomi masyarakat Desa, melayani kebutuhan dasar dan umum bagi masyarakat Desa, peningkatan kemanfaatan dan nilai ekonomi kekayaan budaya, religiositas, dan sumber daya alam serta meningkatkan nilai tambah atas Aset Desa dan pendapatan asli Desa.
BUMDes Dadi Jaya Nusadadi telah berdiri sejak Tahun 2018 dengan nomor sertifikat badan hukum : AHU-00482.AH.01.33.TAHUN 2021.
“BUMDes Dadi Jaya Nusadadi telah berhasil mengembangkan budi daya melon yang dilakukan di lahan bekas bangunan seluas sekitar 300 m2 yang berlokasi tepat di depan Balai Desa Nusadadi,” kata dia.
Lebih lanjut, Nurcahyo menyampaikan bahwa keberhasilan BUMDes Dadi Jaya Nusadadi dalam mengembangkan budi daya melon tidak lepas dari dukungan semua pihak yaitu BPD, Pemerintah Desa, Lembaga Kemasyarakatan Desa serta Warga setempat.
“Upaya serius Kepala Desa Nusadadi Bapak Ngalimin dan Direktur BUMDes Sugiono merupakan salah satu perwujudan dari peran serius dari pengelola BUMDes dalam melakukan terobosan untuk memenuhi fungsi-fungsi BUMDes,” kata dia.
Jenis melon yang ditanam adalah Melon Premium Golden Aroma dan Red Aroma, melalui 4 (empat) sistem budi daya tanam yaitu : greenhouse grower (petani rumah kaca), less pesticide (rendah pestisida), hydroponic system (sistem hidroponik) dan High Grade quality (mengutamakan kualitas bermutu tinggi).
“Proses pemasaran hasil panen, sementara ini dilakukan dengan model “gebyar petik melon” yang mendatangkan konsumen melalui berbagai media, kemudian konsumen bebas memilih dan memetik sendiri melon yang diinginkan baru dilakukan penimbangan dan pembayaran,” kata dia.
Momentum panen melon ini sekaligus sebagai ajang wisata serta memperkenalkan desa kepada khalayak luas. Harga per kilogram adalah Rp.35.000,-, yang jauh lebih murah dibandingkan harga di supermarket atau toko-toko buah.
Melon Premium Golden Aroma dan Red Aroma selain memiliki tekstur yang renyah dan rasa manis yang menyegarkan, juga memiliki kandungan nutrisi penting. Berdasarkan kandungannya, tentu konsumsi melon dapat memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh antara lain :
“Manfaat mengkonsumsi melon bagi kesehatan tubuh, seperti mencegah dehidrasi, memenuhi gizi ibu hamil, meningkatkan kesehatan pencernaan, menurunkan tekanan darah, menurunkan risiko peradangan, menyehatkan tulang, mendukung kulit sehat, menyehatkan rambut, dan menyehatkan mata,” jelasnya.


Mantap . . . . Upaya kepala desa yg bagus.
Terimakasih Apresiasiasinya Bosku,
Semangat Pejuang BUMDes