Buntut Kericuhan Aksi May Day di Semarang, Ketua Aliansi Buruh Kecam Tindakan Anarko
UNGARAN[BahteraJateng] – Gelombang pernyataan sikap terus berdatangan dari berbagai elemen masyarakat pasca kericuhan yang terjadi saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah pada 1 Mei 2025 lalu.
Kericuhan aksi May Day di Semarang tersebut diduga dipicu oleh sekelompok massa berpakaian serba hitam yang diidentifikasi sebagai kelompok Anarko.

Tiga pimpinan serikat buruh di Kabupaten Semarang, yakni Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Nurdin, Ketua Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Sumanta, dan Ketua Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (FSP FARKES R) Muhammad Irfai, mengecam keras tindakan anarki tersebut.
“Kami mengecam segala bentuk tindakan rusuh dari kelompok Anarko. Aksi damai rekan-rekan buruh se-Jawa Tengah ternodai oleh ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab,” tegas ketiganya dalam pernyataan bersama pada Sabtu (3/5).

Mereka juga menegaskan bahwa kelompok buruh sama sekali tidak terlibat dalam aksi brutal tersebut.
Ketiganya mengapresiasi kinerja aparat Kepolisian yang telah menjaga jalannya aksi buruh dengan tertib dan bahkan menyediakan fasilitas seperti air minum bagi para peserta aksi.
Namun, insiden kericuhan justru mencoreng semangat demokrasi dan ketertiban yang telah dijaga selama ini. Oleh karena itu, para pimpinan serikat buruh mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas dan menindak tegas para pelaku kericuhan.
“Kami mendukung penuh langkah Kepolisian dalam mengungkap dan menindak pelaku perusuh. Jangan biarkan demokrasi yang telah berjalan baik ini dirusak oleh aksi-aksi provokatif dan destruktif,” ujar mereka menutup pernyataan.
Ketiga ketua aliansi buruh juga menegaskan komitmen mereka untuk terus menyampaikan aspirasi melalui jalur damai dan konstitusional, serta menyerukan agar semua pihak menjaga kondusivitas dan menghormati nilai-nilai demokrasi.(sun)

