Unwahas gelar Pengajian Akbar dan Deklarasi The Unified Great Heroes.
| |

Catat Tanggalnya! Unwahas Gelar Pengajian Akbar dan Deklarasi The Unified Great Heroes

SEMARANG[BahteraJateng] – Yayasan Wahid Hasyim Semarang bersama Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), mempunyai keinginan untuk mendeklarasikan tiga tokoh besar yaitu KH. Muhammad Hasyim Asy’ari, KH. A Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid dalam “The Unified Great Heroes”.

Ketua 1 Yayasan Wahid Hasyim, Prof Abu Hafsin Umar, sekaligus ketua pelaksana kegiatan menyampaikan alasan Yayasan ingin mendeklarasikan mereka, karena kesamaan empat ideologi ketiga tokoh tersebut.


The Unified Great Heroes merupakan pahlawan-pahlawan besar yang dipersatukan. Ketiga pahlawan besar ini dipersatukan dengan ideologi yang sama, yaitu ideologi Kebangsaan, ideologi Keagamaan, ideologi Kepesantrenan, dan ideologi Geneologi. Untuk itulah kami perlu mendeklarasikan kepada publik bahwa mereka adalah tiga pahlawan besar,” tutur Prof Abu pada Sabtu (19/4).

Sementara itu, Prof Mahmutarom, sekretaris Yayasan Wahid Hasyim, menyampaikan ketiga tokoh besar tersebut mencatat sejarahnya di masanya masing-masing dengan tetap mengutamakan semangat kebangsaan dan persatuan.


“Mbah Hasyim Asy’ari merupakan tokoh yang mempersatukan semua kepentingan yang mengatasnamakan agama menjadi satu kesatuan Indonesia dalam Majlis Islam Tinggi Indonesia. Hingga munculnya Revolusi Jihad pada masa penjajahan Inggris,” ungkapnya.

Pada masanya, Wahid Hasyim juga mempunyai peran mempersatukan kelompok nasionalis dan religius.

“Mbah Wahid Hasyim melenturkan piagam Jakarta menjadi satu dalam Ketuhanan Yang Maha Esa. Disitu beliau mempertahankan semangat persatuan,” jelasnya.

Prof Mahmutarom menambahkan, pada masanya, Gus Dur adalah pengayom kelompok minoritas yang mengukuhkannya sebagai pahlawan kemanusiaan dan demokrasi.

“Beliau menjadi pengayom kaum minoritas, dari non muslim dan etnis-etnis tertentu, bahkan menjadikannya sebagai bapak orang Cina,” katanya.

Mereka bertiga sama-sama mengajarkan Ahlussunnah wal Jama’ah (Azwaja), yaitu paham yang berpedoman pada ajaran Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, seperti amanat Gus Dur saat pendirian Universitas Wahid Hasyim.

“Beliau melarang universitas menggunakan nama Islam maupun NU, akan tetapi menjadikan Islam dan NU sebagai ruh dari Unwahas. Gus Dur menginginkan setiap mata kuliah diberikan ruh keazwajaan, dengan demikian Unwahas diharapkan bermanfaat semua komponen bangsa maupun dunia. Inilah semangat persatuan beliau,” tuturnya.

Untuk itulah Yayasan Wahid Hasyim Semarang bersama Universitas Wahid Hasyim berkomitmen dalam menjaga dan menghidupkan warisan intelektual, spiritual, dan kebangsaan yang telah diletakkan oleh ketiga ulama besar tersebut.

Rencananya kegiatan tersebut akan dihadiri oleh ketua MPR dan DPR RI, Menteri-menteri di kabinet Merah Putih, Gubernur Jateng, Wali kota Semarang, dan masyarakat sekitar.

Dzuriah Mbah Hasyim, Mbah Abdul Wahid Hasyim dan Keluarga Besar Gus Dur juga akan menghadiri acara tersebut.

Kegiatan yang dikemas berupa pengajian Akbar untuk umum ini, akan digelar di Komplek Kampus II Unwahas, Jl Nongkosawit, Gunungpati, Semarang pada Sabtu, 26 April 2025 dengan menghadirkan Gus Muwafiq sebagai mauidhoh hasanah.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *