Delapan Kecamatan di Aceh Tenggara Mengalami Banjir
JAKARTA [BAHTERA JATENG] – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan Kabupaten Aceh Tenggara mengalami bencana banjir.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, debit Sungai Lawe Kinga, Lawe Alas, dan Lawe Mamas meningkat drastis, mengakibatkan beberapa tanggul sungai jebol.
“Hal ini menyebabkan luapan banjir ini merusak lahan pertanian, fasilitas umum, dan permukiman warga,” kata dia, dalam siaran rilisnya, Sabtu (12/10.)
Menurut dia, Kecamatan Bambel menjadi salah satu paling terdampak. Terdiri dari tujuh desa meliputi Ampera, Lawe Hijo, Lawe Hijo Meutuah, Kuning I, Pedesi, Kuning II, dan Trt. Seperai.
Selain itu, kata dia, Kecamatan Lawe Sumur juga mengalami dampak signifikan. Diantaranya empat desa meliputi Setia Baru, Kuta Lesung, Buah Pala, dan Trt. Megara Lawe Pasaran Dusun Nasi.
Di sisi lain, Kecamatan Ketambe dan Kecamatan Darul Hasanah juga melaporkan dampak banjir. Di Ketambe, Desa Ketambe terkena imbas, sementara di Darul Hasanah, Desa Tanjung Lama mengalami kondisi serupa.
Kecamatan lain turut melaporkan kerusakan akibat banjir termasuk Kecamatan Babul Rahmah, Lawe Bulan, Tanah Alas, dan Babussalam. Beberapa desa mengalami kerusakan cukup signifikan.
Informasi mengenai korban jiwa masih dalam pendataan. Kerugian materil diakibatkan oleh banjir termasuk empat tanggul jebol, satu jalan desa terdampak, satu jembatan gantung serta kerusakan pada lahan perkebunan, pertanian dan perikanan warga.
Upaya penanganan banjir, BPBD Kabupaten Aceh Tenggara telah melakukan kaji cepat dan mengerahkan satu unit ekskavator guna menutup tanggul jebol. Tanggul jebol masih dalam proses perbaikan. Saat ini, tinggi air mencapai satu meter dan air belum surut.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan menghindari wilayah rawan banjir,” ujar dia.
BNPB, kata dia, memastikan mengikuti informasi terkini dari instansi terkait serta segera evakuasi ke tempat lebih aman jika situasi memburuk.

