| |

Dinkominfo Banjarnegara Pastikan Video Viral Bencana Alam di Dieng adalah Berita HOAX 

BANJARNEGARA[BahteraJateng] – Beredar sebuah video di media sosial yang mengklaim telah terjadi bencana alam di Dataran Tinggi Dieng, mengakibatkan puluhan rumah hancur dan menimbulkan korban jiwa, pada Senin (27/1).

Video berdurasi 11 menit 48 detik tersebut memperlihatkan kondisi rumah-rumah yang rusak, dengan narasi yang menyebutkan bahwa Kab Banjarnegara hingga Dieng mengalami tanah bergerak, tanah longsor dan banjir.

Namun, setelah dilakukan penelusuran, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Banjarnegara memastikan bahwa informasi dalam video tersebut adalah berita hoax atau tidak benar.

Plt Kepala Dinas Kominfo Banjarnegara, Barijadi Jumpa Edo, mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi yang beredar di media sosial.

“Kami selalu memberikan update resmi terkait perkembangan bencana di Banjarnegara melalui media sosial, televisi, dan koran. Masyarakat diharapkan bisa mengevaluasi serta memverifikasi terlebih dahulu informasi yang diterima sebelum menyebarkannya,” tutur Barijadi, Rabu (29/1).

Bencana Longsor di Banjarnegara

Meskipun video bencana alam di Dieng tersebut tidak benar, Banjarnegara memang tengah menghadapi bencana tanah bergerak dan longsor, terutama di Dukuh Kali Ireng, Desa Ratamba, Kecamatan Pejawaran, pada Senin (20/1).

Saat ini wilayah Ratamba menjadi fokus utama penanganan pasca-bencana oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, karena termasuk titik terdampak paling parah.

Pj Bupati Banjarnegara, Muhamad Masrofi, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menangani dampak bencana, termasuk membangun hunian sementara (Huntara) bagi para pengungsi yang kini tinggal di rumah-rumah warga.

“Kami terus berkoordinasi dengan dinas terkait, pemerintah desa, dan masyarakat untuk percepatan pembangunan Huntara. Sementara itu, perbaikan infrastruktur jalan masih menunggu kondisi tanah stabil,” jelas Masrofi.

Ia juga mengimbau warga di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi yang diperkirakan masih berlangsung hingga Februari.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, hujan deras dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan 17 titik bencana di 7 kecamatan. Yang paling parah adalah tanah bergerak di Dukuh Kali Ireng, yang mengakibatkan 12 KK (35 jiwa) mengungsi dan 9 KK (26 jiwa) mengungsi secara tentatif.

Bencana ini juga menyebabkan jalan Pejawaran–Batur amblas sepanjang 100 meter, 13 rumah rusak berat, 2 rumah rusak ringan, serta kerusakan pada 1 musala dan 1 pondok pesantren. Selain itu, 8 rumah lain yang berada di luar patahan juga terancam.

Dengan adanya klarifikasi dari pemerintah daerah, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya dan tidak terpancing dengan berita-berita yang belum jelas sumbernya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *