Evakuasi korban longsor lereng Gunung Slamet
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban tertimbun longsor Gunung Slamet, Jumat (30/1).(Dok. Humas Basarnas)

Dua Petani Tertimbun Longsor Lereng Gunung Slamet di Pemalang Ditemukan Tewas

PEMALANG[BahteraJateng] – Dua orang petani asal Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsor lereng Gunung Slamet. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu pagi (25/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kedua korban masing-masing bernama Aksinudin (40) dan Hamim (60). Saat kejadian, keduanya sedang beraktivitas di kawasan hutan ketika material longsoran dari lereng Gunung Slamet menimbun lokasi tersebut.


Setelah menerima laporan kejadian, Basarnas Kantor SAR Semarang melalui Unit Siaga SAR Pemalang segera mengerahkan satu tim untuk bergabung dengan tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian. Namun, pada hari pertama pencarian, tim belum berhasil menemukan korban.

Memasuki hari kedua pencarian, Senin (26/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan korban pertama, Aksinudin, pada pukul 08.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.


Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menyampaikan bahwa pencarian terhadap korban kedua terus dilanjutkan meski menghadapi berbagai kendala.

“Lokasi pencarian licin, berkabut tebal, cuaca dingin, serta berpotensi terjadi longsor susulan,” ujarnya pada Jumat (30/1).

Setelah enam hari pencarian, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban terakhir, Hamim, pada Jumat (30/1/2026) pukul 12.50 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tertimbun material longsoran di lereng bukit.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 14.00 WIB. Budiono mengapresiasi kerja keras seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam proses pencarian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *