Dukung NU Peduli Jateng ke Aceh, Fatayat NU Kota Semarang Titip Bantuan Rp32 Juta
SEMARANG[BahteraJateng] – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang menitipkan bantuan kemanusiaan senilai Rp32 juta untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Bantuan yang dihimpun dari para anggota Fatayat NU tersebut diserahkan secara simbolis kepada tim NU Peduli Jateng melalui Ketua Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Tengah, Muhammad Mahsun, pada penutupan Apel Pelepasan Relawan NU Peduli Jateng ke Aceh di halaman Kantor PWNU Jateng, Jalan dr. Cipto 180, Kota Semarang pada Sabtu (10/1) sore.

Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Istighfaroh, mengaku bersyukur penggalangan donasi yang dilakukan secara beruntun tetap berjalan lancar.
“Kami hanya bisa menitipkan sedikit bantuan untuk saudara-saudara kita di Aceh. Semoga proses pemulihan pascabencana berjalan lancar dan bermanfaat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya Fatayat NU juga telah menggalang bantuan untuk korban banjir di Kota Semarang, khususnya di wilayah Tambakrejo, Kaligawe, dan Gayamsari. Setelah itu, kembali dilakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Sumatra dan Aceh.
“Waktunya memang berdekatan, tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” katanya.
Menurut Istighfaroh, penggalangan donasi untuk Aceh difokuskan pada bantuan berupa uang tunai tanpa menetapkan target khusus. Hal itu dilakukan agar penyaluran bantuan lebih fleksibel sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami hanya menerima donasi berupa uang. Kalau bantuan barang seperti pakaian, proses penyortiran dan pengemasan memerlukan waktu lebih lama,” jelasnya.
Selain itu, perbedaan selera dan kebutuhan masyarakat juga menjadi pertimbangan agar bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi korban.
Ia menambahkan, musibah yang terjadi di Aceh tidak hanya mempererat rasa persatuan dan persaudaraan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan.
“Saat ini kami juga mulai memetakan wilayah untuk pengembangan bank sampah. Ini bagian dari aksi nyata mencegah bencana,” ujarnya.
Istighfaroh menilai, kader Fatayat NU merupakan perempuan-perempuan tangguh yang tidak hanya berperan sebagai ibu, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan keorganisasian.
“Kegiatan kami bukan hanya pengajian rutin, tapi juga banyak kegiatan sosial untuk masyarakat,” pungkasnya.

