Film Alas Roban
Sutradara Film Alas Roban, Hadrah Daeng Ratu, dalam gala premiere di Semarang yang berlangsung Selasa (23/12).(Dok tim Alas Roban)

Film Horor “Alas Roban” Tayang Serentak di Bioskop Mulai 15 Januari 2026

SEMARANG[BahteraJateng] – Jalan Alas Roban, jalur Pantura legendaris di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang dikenal dengan tanjakan curam, tikungan tajam, serta kisah-kisah mistis, diangkat ke layar lebar melalui film horor berjudul Alas Roban.

Film garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 15 Januari 2026.

Menjelang penayangan, film Alas Roban resmi merilis trailer dan poster perdana melalui rangkaian gala premiere yang digelar di sejumlah kota, termasuk Kota Semarang.

Gala premiere di Semarang yang berlangsung Selasa (23/12) lalu disambut antusias masyarakat. Ribuan penonton memadati The Park Semarang XXI dan Cinepolis Java Super Mall Semarang untuk menyaksikan penayangan perdana trailer film tersebut.

Salah satu penonton, Rahmat, warga asal Gringsing, Kabupaten Batang, yang kini menempuh pendidikan di Semarang, mengaku tidak ingin melewatkan film yang mengangkat daerah asalnya.

“Sebagai putra daerah wajib menonton film ini. Animo penonton sangat tinggi hingga tiket pemutaran gala premiere ludes terjual,” katanya dalam keterangan tertulis pada Jumat (26/12).

Film Alas Roban mengangkat kisah teror gaib yang dialami seorang ibu yang berjuang melawan kekuatan dunia lain demi menyelamatkan anaknya. Alur cerita film ini terinspirasi dari kisah nyata serta cerita mistis yang telah lama berkembang di kawasan Alas Roban.

Nuansa horor diperkuat dengan pengambilan gambar langsung di lokasi Alas Roban yang selama ini dikenal rawan kecelakaan dan sarat cerita mistis. Penggunaan lagu legendaris Bintang Kehidupan milik Nike Ardilla sebagai latar musik juga menambah kesan mencekam dalam film tersebut.

Film ini dibintangi sejumlah aktor dan aktris papan atas, di antaranya Michelle Ziudith sebagai Sita, Fara Shakila sebagai Gendis, Reo Dewanto sebagai Anto, Taskya Namya sebagai Tika, serta Imelda Therinne sebagai Dewi Raras.

Dalam sesi gala premiere, para pemeran berbagi pengalaman selama proses syuting. Michelle Ziudith mengaku Alas Roban menjadi film horor pertamanya, sementara Taskya Namya menyebut proses syuting cukup berat, terutama saat pengambilan gambar ritual yang dilakukan bertepatan dengan malam satu Suro. Pengalaman mistis juga diakui oleh Fara Shakila selama proses produksi.

Sutradara Hadrah Daeng Ratu menegaskan film ini digarap melalui riset mendalam dengan turun langsung ke Alas Roban dan menggali cerita dari berbagai narasumber.

“Film Alas Roban tidak hanya memanfaatkan nama besar lokasi, tetapi juga mengangkat tradisi lokal, termasuk ritual malam satu Suro yang dipercaya sebagai bentuk tolak bala oleh masyarakat setempat,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *