Gubernur Luthfi Lepas 1.111 Pemudik Gratis KA dari Pasar Senen
JAKARTA[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melepas 502 pemudik gratis dengan KA Jaka Tingkir dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, pada Kamis (27/3).
Kereta tersebut menuju Stasiun Solo Balapan, sementara 609 pemudik lainnya berangkat dengan KA Tawang Jaya menuju Stasiun Semarang Tawang.
Total 1.111 pemudik mengikuti program mudik gratis dengan kereta api yang merupakan hasil kerja sama Pemprov Jateng dengan PT KAI.
Program ini diperuntukkan bagi pekerja sektor informal, seperti pedagang kaki lima, asisten rumah tangga, dan buruh, agar mereka dapat mudik tanpa terbebani biaya tinggi.
Menurut Ahmad Luthfi, program mudik gratis ini sangat membantu masyarakat, terutama pekerja informal yang memiliki penghasilan terbatas.
“Harga tiket kereta bisa mencapai Rp 550 ribu per orang, jadi dengan program ini mereka bisa menghemat pengeluaran dan membawa lebih banyak uang untuk keluarga di kampung halaman,” ujarnya.
Selain moda kereta api, mudik gratis menggunakan bus juga telah diberangkatkan pada 26-27 Maret 2025. Sebanyak 311 bus disediakan untuk 14 ribu pemudik, dengan 289 bus diberangkatkan dari TMII, Jakarta, dan 22 bus dari Bandung.
Ahmad Luthfi berharap program ini dapat mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus membantu ekonomi daerah.
“Dari uang yang dihemat, pemudik bisa membelanjakannya di kampung halaman, sehingga ekonomi desa ikut bergerak,” katanya.
Ia juga mengimbau pemudik yang belum memiliki pekerjaan tetap di Jakarta untuk mempertimbangkan tinggal di daerah asal dan membangun usaha di sana.
Beberapa pemudik mengungkapkan rasa syukur atas program ini. Kholifatul Diniyah, seorang asisten rumah tangga tujuan Banjarnegara, mengatakan ia dapat menghemat Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu.
Sementara itu, Agus Waluyo, pekerja panti pijat tuna netra di Jakarta Barat, merasa terbantu karena bisa mudik ke Klaten dengan nyaman dan gratis.
Program ini menunjukkan komitmen Pemprov Jateng dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor informal.

