Istimewa! Penemuan Bunga Rafflesia di Perbukitan Sisik Naga Purbalingga
PURBALINGGA[BahteraJateng] – Ekspedisi Sisik Naga merilis hasil penelitian biodiversitas di Perbukitan Sisik Naga, kawasan utara Purbalingga, pada Publik Expo, Minggu (1/12/2024), di Taman Usman Janatin, Purbalingga. Salah satu yang istimewa adalah penemuan bunga Rafflesia Rhizantes zippelii, spesies langka yang tumbuh sebagai parasit di akar tanaman Tetrastigma. Penemuan ini menarik karena bunga dari keluarga Rafflesia jarang ditemukan di Pulau Jawa.
“Ini menjadi catatan penting karena selama ini Rafflesia lebih banyak ditemukan di Sumatra. Kami berharap penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan dukungan BRIN,” ungkap Ketua Ekspedisi Sisik Naga, Gunanto Eko Saputro.

Penelitian ini juga mengidentifikasi 74 spesies flora, termasuk semak, perdu, pohon, dan tumbuhan bawah. Metode line transek digunakan untuk mendata komposisi vegetasi dan mengukur indeks keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan jenis flora. Sementara itu, di sektor fauna ditemukan 64 jenis burung, 13 jenis mamalia, 15 jenis capung, 9 jenis katak, dan 5 jenis reptilia.
Menurut peneliti Ika Bhineka Lestari dari Bio-Explorer Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), mengatakan, selain penemuan bunga Rafflesia juga ada 74 spesies flora yang ditemukan sepanjang penelitian.
Beberapa burung seperti Elang Jawa dan Julang Emas serta mamalia seperti Macan Tutul Jawa dan Owa Jawa masuk dalam kategori terancam punah berdasarkan status IUCN.
Hijrah Utama salahsatu peneliti Ekspedisi Sisik Naga yang juga penyuluh kehutanan setempat dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menyampaikan, dari temuan tersebut ada beberapa spesies yang masuk kriteria terancam punah.
“Dari 64 spesies, ada 7 jenis burung yang masuk kategori Status IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources), yaitu, Vulnerable (rentan), Endangered Species (genting), atau bahkan Critically Endangered (kritis),” tuturnya.
“Ini membuktikan kekayaan dan keragaman flora dan fauna di Kawasan Perbukitan Sisik Naga Purbalingga ini kondisi alamnya masih relatif asri,” imbuhnya.
Ekspedisi ini dilaksanakan pada 25-28 Oktober dan dilanjutkan 16 dan 30 November 2024 dengan dukungan komunitas lokal, peneliti UNSOED, dan sponsor utama Yayasan Astra Honda Motor. Hasil penelitian membuktikan bahwa Perbukitan Sisik Naga menyimpan keanekaragaman hayati yang signifikan.
Perbukitan Sisik Naga
Perbukitan Sisik Naga mencakup wilayah utara Purbalingga yang berbatasan dengan Banjarnegara, Pekalongan, dan Pemalang. Kawasan ini dikelola oleh Perum Perhutani, KPH Banyumas Timur, dan dikenal sebagai benteng terakhir biodiversitas Purbalingga. Nama Sisik Naga berasal dari bentuk topografinya yang menyerupai sisik naga jika dilihat dari udara.
Namun, kawasan ini menghadapi ancaman serius seperti perburuan, penebangan liar, fragmentasi habitat, dan perambahan hutan. Penemuan ini diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat upaya konservasi, kampanye edukasi, dan pengelolaan kawasan yang lebih baik.
Ekspedisi Sisik Naga menunjukkan pentingnya pelestarian biodiversitas sebagai langkah strategis dalam menghadapi perubahan iklim dan mendukung tujuan SDGs. Temuan ini juga mendorong kolaborasi lebih luas untuk melindungi ekosistem unik di Perbukitan Sisik Naga.(sun)

