Kapolri Resmikan 19 Jembatan Merah Putih Presisi di Jawa Tengah
KLATEN[BahteraJateng] — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan secara serentak 19 Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai wilayah Jawa Tengah pada Rabu (14/1).
Peresmian dipusatkan di jembatan yang menghubungkan Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menyampaikan bahwa pembangunan jembatan merupakan bentuk komitmen Polda Jateng bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menghadirkan akses aman dan layak bagi masyarakat pedesaan.
Menurutnya, jembatan tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat.

“Peresmian jembatan ini tidak hanya menghubungkan dua desa secara fisik, tetapi juga menghubungkan ikatan batin antara Polri dan masyarakat,” ujar Ribut.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi langkah cepat jajaran Polda Jateng dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait kebutuhan akses aman bagi anak-anak sekolah dan warga desa.
Arahan tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi pelajar yang harus menyeberangi sungai atau menempuh jalur jauh akibat ketiadaan jembatan layak.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian negara terhadap keselamatan anak-anak dan masyarakat desa,” kata Kapolri.
Secara nasional, hingga saat ini telah terbangun 171 Jembatan Merah Putih Presisi, dengan 63 di antaranya berada di Jawa Tengah.
Kapolri juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan yang dinilai mampu mempererat kepercayaan antara Polri dan warga.
Di Kabupaten Klaten, jembatan dibangun selama dua minggu dengan melibatkan tenaga teknis sipil. Jembatan berukuran 15 meter x 4 meter ini mampu dilalui kendaraan dengan beban hingga 4–5 ton.
Pembangunan menelan anggaran Rp400 juta yang bersumber dari swadaya masyarakat serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Jembatan tersebut menggantikan jembatan lama yang roboh akibat banjir besar pada 2021. Selama hampir lima tahun, warga harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh, termasuk 371 siswa dari empat sekolah.
Kini, sekitar 890 kepala keluarga dari dua desa dan 11 dusun kembali memiliki akses yang lebih aman, nyaman, dan efisien untuk aktivitas sehari-hari.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyatakan, Jembatan Merah Putih Presisi menjadi simbol kehadiran Polri yang tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

