| |

Kebaya Kutubaru dan Kartini Didorong Jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional

SEMARANG [BahteraJateng]- Yayasan Timnas Kebaya Indonesia mengangkat  pentingnya kebaya dicatat sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) nasional.

Tim pengajuan Dossier Kebaya ke UNESCO Miranti Serad Ginanjar mengharapkan, Kebaya Kutubaru dan Kebaya Kartini segara didaftarkan sebagai WBTB Nasional oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.


“Karena saat ini, hanya Kebaya Labuh dan Kebaya Kerancang telah terdaftar dalam WBTB Nasional,” ungkap dia seusai diskusi Jalan Majapahit, Kota Semarang, belum lama ini.

Penyusun Buku Kebaya Keanggunan Yang Diwariskan menilai, kebaya sebagai warisan budaya tak benda yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hal ini bertujuan agar kebaya terus hidup dan berkelanjutan.


Yayasan Timnas Kebaya Indonesia terbentuk bertujuan untuk memperkenalkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda dan penting untuk dilestarikan dan diteruskan dari generasi ke generasi.

Selain itu, acara ini juga mengangkat potensi kebaya sebagai salah satu elemen budaya, dapat berkontribusi pada perekonomian nasional.

Desainer asal Jawa Tengah Anne Avantie menambahkan, kebaya bukan sekadar pakaian, melainkan memiliki makna mendalam dalam kehidupan banyak orang.

“Kebaya bukan sepotong baju, tetapi sebuah pembaharuan hidup yang menghidupi kehidupan banyak orang dan sesama,” ujarnya.

Perwakilan Timnas Kebaya Indonesia Jateng Mia Soedarso berharap gelaran ini kebaya sebagai bagian dari budaya Indonesia dapat terus diperkenalkan ke dunia internasional. Selain itu, mendapat pengakuan sebagai salah satu warisan budaya tak benda harus dilestarikan dan dihargai oleh generasi mendatang.

“Semoga kebaya terus berkembang, menjadi bagian penting dari identitas kita, dan dapat diakui secara global sebagai warisan budaya yang layak dilestarikan,” kata dia.

Puncak acara ditandai dengan peluncuran buku Kebaya Keanggunan Yang Diwariskan, karya Miranti Serad Ginanjar, menjadi simbol dari komitmen untuk terus melestarikan kebaya, sebagai warisan budaya Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *