|

Kombes Pol Tri Suhartanto Tekankan Pentingnya Melestarikan Budaya Sebagai Identitas Bangsa

SOLO [BAHTERA JATENG]- Museum Radya Pustaka Sriwedari Surakarta menggelar acara ‘Belajar Berbusana Jawa’ pada Sabtu (5/10).

Ka Siaga A Mabes Polri Kombes Pol Tri Suhartanto mengatakan, pentingnya museum sebagai tempat unik. Museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga sebagai sumber inspirasi, pendidikan dan kegembiraan.


“Saya bersyukur bahwa kegiatan ‘Belajar Berbusana Jawa’ diselenggarakan di museum ini, karena di sinilah tempat yang tepat untuk mendalami filosofi luhur busana Jawa,” ungkap dia, Minggu (6/10).

Sebagai Penasehat Museum “Gubug Wayang” Mojokerto, Kombes Pol Tri menyambut baik penyelenggaraan acara ini. Dia menilai, sebagai bentuk pembelajaran kontekstual tentang filosofi busana Jawa.

Menurut dia, berbicara mengenai busana Jawa bukan hanya soal pakaian semata, tetapi juga tentang kearifan lokal, tata krama, martabat dan filosofi hidup mencerminkan keluhuran budaya Nusantara.

“Busana Jawa bukan hanya fashion, tetapi juga cerminan dari kepantasan dan keluhuran budaya kita di tengah arus globalisasi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga dan melestarikan busana Jawa, khususnya di tengah derasnya arus budaya asing yang destruktif.

Menurutnya, busana Jawa adalah bentuk pengejawantahan filosofi kehidupan kaya akan nilai-nilai luhur dan patut dijaga oleh generasi penerus bangsa.

“Siapa yang tak menjaga budayanya, ditakdirkan akan tersesat dalam rimba budaya yang tak ia kenal,” ujar Kombes Pol Tri, mengutip kata-kata bijak.

Acara diikuti oleh siswa-siswi dan madrasah ini dinilai sebagai langkah tepat dalam membangun karakter generasi muda mencintai budaya mereka.

“Mereka adalah anak-anak, yang kelak akan menuai apa yang kini kita tabur,” ucap Kombes Pol Tri, mengutip pesan Ki Hajar Dewantoro, “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.”

Kombes Pol Tri Suhartanto juga berpedoman kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, bahwa acara ini diharapkan mampu membangkitkan rasa bangga terhadap seni budaya dan kearifan lokal, serta membentuk karakter anak bangsa cinta tanah air dan memupuk nasionalisme.

Ia mengajak semua pihak untuk melestarikan busana Jawa sebagai bagian dari busana Nusantara, sekaligus menjaga persatuan bangsa menjelang perhelatan besar, Pilkada 2024.

“Mari lestarikan budaya bangsa. Jadikan perbedaan untuk mempererat persatuan menyongsong Pilkada Serentak 2024,” tandas dia. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *