Stasiun Semarang Tawang
Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng.(Dok. Humas Daop 4)

Lonjakan Penumpang KAI Daop 4 Dorong Kunjungan Wisata ke Semarang Selama Libur Nataru 2025/2026

SEMARANG[BahteraJateng] – Tingginya volume penumpang kereta api selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 turut mendorong peningkatan kunjungan wisata ke Kota Semarang.

Akses transportasi berbasis rel yang andal dan terhubung langsung dengan pusat kota mempermudah mobilitas wisatawan, sehingga menjadikan Semarang sebagai salah satu destinasi utama di Jawa Tengah pada periode libur Nataru 2025/2026.


Berdasarkan data Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, kunjungan wisata di wilayah ini meningkat sebesar 1,89 persen selama libur Nataru.

Salah satu destinasi unggulan, Kota Lama Semarang, mencatat kunjungan sebanyak 508.673 orang dan menjadi destinasi wisata nomor satu di Jawa Tengah pada periode tersebut.


Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan keberadaan Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol yang berlokasi dekat dengan kawasan wisata seperti Kota Lama memberikan kemudahan bagi wisatawan.

“Kedekatan stasiun dengan objek wisata menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang praktis dan efisien bagi wisatawan untuk menikmati wisata sejarah, budaya, dan ruang publik di pusat Kota Semarang,” ujar Luqman.

Selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, volume penumpang di Stasiun Semarang Tawang mencapai 293.302 orang, meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 238.011 penumpang.

Sementara itu, Stasiun Semarang Poncol mencatat kenaikan dari 216.299 penumpang menjadi 240.050 penumpang atau naik 11 persen.

Menurut Luqman, peningkatan ini menunjukkan peran penting angkutan kereta api dalam mendukung pergerakan wisatawan saat libur panjang.

“Ketepatan waktu, kenyamanan perjalanan, serta kemudahan akses ke pusat kota menjadikan kereta api sebagai moda transportasi pilihan masyarakat,” katanya.

KAI Daop 4 Semarang memastikan kesiapan operasional, sarana prasarana, serta pelayanan di stasiun tetap optimal selama masa peak season.

“Sinergi antara transportasi perkeretaapian dan sektor pariwisata diharapkan terus memperkuat posisi Kota Semarang sebagai destinasi unggulan di Jawa Tengah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *